Selain teringat pada ayat Alquran, Ahmed mengungkapkan ada hal lain yang membantunya tetap tenang ketika menghadapi situasi berbahaya itu.
Ia menyebut serial medis populer asal Amerika Serikat, *Grey’s Anatomy*, sebagai salah satu hal yang memberinya gambaran tentang pentingnya berpikir jernih dalam keadaan darurat.
Menurut Ahmed, ia terbiasa melihat bagaimana para dokter dalam serial tersebut menghadapi situasi kritis tanpa membiarkan kepanikan menguasai diri.
Pelajaran yang ia tangkap sederhana: ketika berhadapan dengan keadaan luar biasa, seseorang perlu berusaha tetap tenang dan berpikir logis agar dapat mengambil keputusan.
Meski demikian, Ahmed mengakui sempat merasa ragu ketika melihat bus yang melaju dengan pintu terbuka itu.
Namun, ia merasa tidak mungkin hanya berdiri dan menyaksikan anak-anak berada dalam bahaya tanpa berusaha melakukan sesuatu.
“Saya benar-benar merasa bahwa itu adalah kewajiban saya. Kita sedang berbicara tentang anak-anak, Anda tahu. Bahkan jika saya meninggal, tindakan itu tetap sepadan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana ia memandang keselamatan anak-anak sebagai sesuatu yang jauh lebih penting daripada risiko yang harus dihadapinya sendiri.
Tak Ingin Disebut Pahlawan
Meski aksinya mendapat perhatian luas, Ahmed tidak menganggap dirinya sebagai sosok yang luar biasa. Ia justru meyakini bahwa orang lain yang berada dalam situasi serupa kemungkinan akan berusaha melakukan hal yang sama.
Bagi Ahmed, keberhasilan menghentikan bus bukan hanya tentang menyelamatkan 19 siswa. Peristiwa itu juga memberinya kesempatan untuk menunjukkan sisi positif komunitasnya.
Ahmed lahir di Amerika Serikat dari pasangan imigran asal Eritrea. Ia menceritakan bahwa keluarganya menghadapi kesulitan dalam menjalankan toko kecil tempatnya bekerja.
Menurutnya, aktivitas bisnis keluarganya mengalami penurunan setelah otoritas imigrasi federal meningkatkan operasi di Saint Paul dan Minneapolis dalam rangka kampanye deportasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang dikenal sebagai “Operation Metro”.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian yang muncul setelah aksi penyelamatan itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Ahmed dan keluarganya.
Ia menerima berbagai bentuk apresiasi, termasuk sumbangan sebesar 1.000 dolar AS dari sebuah perusahaan lokal di bidang pemasaran dan media. Penyerahan sumbangan itu disertai kunjungan seseorang yang mengenakan kostum Superman dan memberikan cek simbolis kepadanya.
Ahmed juga menerima ucapan selamat dari seorang anggota dewan kota serta undangan untuk berpartisipasi dalam sebuah seminar. Sejumlah kerabat turut menghubunginya setelah kisah tersebut menyebar, termasuk pamannya yang tinggal di Eropa.
Namun, salah satu hal yang paling membahagiakannya adalah respons dari komunitas diaspora Eritrea. Kisah tersebut, menurut Ahmed, menumbuhkan rasa bangga sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitasnya.
Menyelamatkan Nyawa Lebih Penting daripada Penghargaan
Kisah Ahmed mempertemukan keberanian menghadapi keadaan darurat dengan nilai kemanusiaan yang ia yakini melalui ajaran Islam.
Seorang pemuda yang semula hanya beristirahat di depan toko keluarganya tiba-tiba harus menghadapi situasi yang mengancam keselamatan banyak anak. Tanpa pengalaman mengemudikan bus tersebut, ia mengambil risiko, berusaha mengendalikan kendaraan, dan berhasil menghentikannya.
Bagi Ahmed, keputusan itu bukan tentang penghargaan yang mungkin diterima setelahnya. Yang terpenting adalah 19 siswa bisa keluar dari situasi berbahaya tanpa mengalami luka.
Ayat Alquran yang terlintas dalam pikirannya menjadi pengingat tentang nilai sebuah kehidupan. Ia juga menyebut pelajaran yang diperolehnya dari serial televisi sebagai dorongan untuk tetap tenang dan berpikir jernih.
Pada akhirnya, Ahmed tidak ingin tindakannya hanya dipandang sebagai aksi heroik. Ia ingin orang memahami alasan di balik keputusan tersebut: ketika nyawa orang lain berada dalam bahaya, membantu menyelamatkan mereka jauh lebih penting daripada memikirkan keuntungan diri sendiri.
Pesan itulah yang membuat kisahnya lebih dari sekadar cerita tentang bus sekolah yang nyaris mengalami kecelakaan. Bagi Ahmed, menyelamatkan satu nyawa merupakan tindakan yang memiliki nilai besar, bahkan ketika orang yang melakukannya harus mempertaruhkan keselamatannya sendiri. (wah)






