SULSEL  

Penerbangan Makassar-Baubau Bikin Penumpang Menunggu Semalaman, Wings Air Ungkap Penyebabnya

Journalist Independent
Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada Kamis sore, 22 Oktober 2026, mengalami pembatalan setelah penumpang berada di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada Kamis sore, 22 Oktober 2026, mengalami pembatalan setelah penumpang berada di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. (Ist)

Journalist Independent, MAKASSAR – Perjalanan dari Makassar menuju Baubau, Sulawesi Tenggara, yang seharusnya ditempuh dalam waktu singkat justru membuat puluhan penumpang Wings Air harus menghadapi ketidakpastian selama berjam-jam.

Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada Kamis sore, 22 Oktober 2026, mengalami pembatalan setelah penumpang berada di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Insiden penerbangan nomor IW-1306 itu memicu protes dari sejumlah penumpang. Mereka mengeluhkan pembatalan yang diumumkan ketika sudah berada di ruang tunggu, sehingga perjalanan yang telah direncanakan terpaksa tertunda hingga keesokan harinya.

Wings Air akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan tersebut. Maskapai menyebut pesawat yang sedianya melayani rute Makassar-Baubau membutuhkan penanganan teknis tambahan, sehingga proses perawatan berlangsung lebih lama daripada perkiraan awal.

Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan untuk memastikan pesawat memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali beroperasi.

“Wings Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan penerbangan IW-1306,” kata Danang dalam keterangannya, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Pembatalan Diumumkan Saat Penumpang Sudah di Ruang Tunggu

Penerbangan IW-1306 semula dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 15.45 Wita, Kamis, 22 Oktober 2026. Namun, penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan pada pukul 17.11 Wita.

Manajemen bandara mencatat sebanyak 46 penumpang terdampak pembatalan. Sementara itu, keterangan Wings Air menyebut penerbangan tersebut direncanakan membawa 48 penumpang.

Perbedaan angka ini muncul dalam keterangan masing-masing pihak dan belum disertai penjelasan lebih lanjut mengenai penyebabnya.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Citra Mahesa Nusantara, menjelaskan bahwa para penumpang telah berada di area keberangkatan ketika pembatalan diumumkan.

Kondisi tersebut membuat penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan sesuai jadwal. Kekecewaan semakin terasa karena sebagian penumpang mengaku tidak memperoleh pemberitahuan lebih awal sebelum pembatalan disampaikan.

Baca Juga  Ikuti Jejak Sang Ayah, Irfan Darmawan Mone Siap Bertarung Di MAMARITA

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah penumpang terlibat perdebatan di ruang tunggu bandara. Mereka mempersoalkan pembatalan penerbangan dan mempertanyakan penanganan yang diberikan setelah keberangkatan dibatalkan.

Bagi penumpang yang memiliki agenda lanjutan di Baubau, perubahan jadwal bukan sekadar persoalan waktu. Penundaan juga berpotensi mengganggu urusan pekerjaan, pertemuan keluarga, hingga rencana perjalanan lain yang sudah disusun sebelumnya.

Kendala Teknis dan Cuaca Jadi Penjelasan Awal

Pada saat pembatalan diumumkan, pihak bandara memperoleh informasi dari maskapai bahwa gangguan penerbangan berkaitan dengan kendala teknis lampu landasan pacu atau runway di Bandara Baubau serta kondisi cuaca buruk di bandara tujuan.

Dua faktor tersebut menjadi penjelasan awal yang disampaikan kepada pihak bandara terkait keputusan membatalkan penerbangan Makassar-Baubau.

Namun, dalam penjelasan terbarunya, Wings Air menyoroti kebutuhan perawatan tambahan terhadap pesawat yang telah disiapkan untuk melayani rute tersebut. Pekerjaan teknis itu membutuhkan waktu lebih lama sehingga pesawat belum dapat digunakan sesuai jadwal semula.

Perbedaan penjelasan tersebut menunjukkan adanya beberapa aspek operasional yang perlu diperhatikan dalam insiden ini. Keterangan bandara menekankan kendala di bandara tujuan, sedangkan maskapai menjelaskan adanya pekerjaan perawatan pesawat di Makassar.

Belum ada penjelasan terperinci mengenai hubungan antara kendala lampu runway, cuaca di Baubau, dan kebutuhan perawatan pesawat dalam keputusan akhir pembatalan penerbangan tersebut.

Wings Air menegaskan bahwa pesawat tidak dapat dioperasikan sebelum seluruh pemeriksaan dan pekerjaan teknis selesai sesuai prosedur.

Keputusan itu juga mempertimbangkan kesiapan pesawat, pengaturan waktu kerja awak pesawat, serta rangkaian penerbangan berikutnya. Artinya, maskapai tidak hanya perlu memastikan pesawat siap terbang, tetapi juga harus mengatur kembali operasional yang berkaitan dengan jadwal tersebut.

Meski demikian, penumpang tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai alasan pembatalan, perkiraan waktu keberangkatan pengganti, dan bentuk bantuan yang dapat mereka peroleh selama menunggu.

Baca Juga  Kondisi Terkini Bendungan Bili-Bili Gowa Pasca Kemarau Panjang

Penumpang Mendapat Fasilitas Hotel

Setelah pembatalan terjadi, manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk membantu menangani keluhan penumpang.

Petugas bandara turut membantu proses penanganan dan memastikan pergerakan penumpang menuju transportasi lanjutan berlangsung aman serta tertib.

Maskapai juga memfasilitasi akomodasi hotel bagi 46 penumpang yang tercatat terdampak. Keberangkatan pengganti direncanakan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Berdasarkan penyesuaian jadwal yang disampaikan Wings Air, penerbangan Makassar-Baubau direncanakan berangkat pada pukul 05.20 Wita dan tiba di Baubau pada pukul 06.35 Wita.

Dengan jadwal tersebut, penumpang harus menunggu hingga dini hari untuk melanjutkan perjalanan yang semula direncanakan berlangsung pada Kamis sore.

Penyediaan hotel menjadi salah satu bentuk penanganan terhadap penumpang yang tidak dapat berangkat pada hari semula. Namun, fasilitas tersebut tidak serta-merta menghilangkan dampak pembatalan terhadap agenda perjalanan masing-masing penumpang.

Pihak bandara menyatakan memahami kekecewaan penumpang, terutama karena pembatalan terjadi setelah mereka memasuki area keberangkatan.

“Kami menyampaikan empati kepada seluruh penumpang yang terdampak,” ujar Citra.

Bandara juga menegaskan bahwa penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan maskapai sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Wings Air Buka Pilihan Reschedule dan Refund

Selain menyediakan penanganan keterlambatan, Wings Air menyatakan telah menginformasikan perubahan jadwal kepada penumpang yang terdampak.

Maskapai juga menyebut penumpang dapat memilih untuk mengatur ulang jadwal perjalanan atau mengajukan pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku.

“Wings Air memahami bahwa perubahan jadwal ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan,” kata Danang.

Maskapai turut menyampaikan bahwa kompensasi diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Namun, rincian nilai kompensasi maupun mekanisme pemberiannya tidak dijelaskan secara terperinci dalam keterangan tersebut.

Baca Juga  Kapolda Sulsel Awal Chairuddin Jadi Warga Kehormatan Kodam Hasanuddin, Sinergi TNI-Polri Diperkuat

Bagi penumpang yang mengalami pembatalan, kepastian mengenai pilihan perjalanan pengganti dan hak atas kompensasi menjadi hal penting.

Informasi itu membantu mereka menentukan apakah akan tetap menggunakan penerbangan pengganti, mengubah jadwal, atau membatalkan perjalanan.

Insiden ini juga memperlihatkan pentingnya penyampaian informasi secara cepat ketika terjadi gangguan operasional. Penumpang yang telah tiba di bandara membutuhkan kepastian agar dapat menyesuaikan agenda, menghubungi pihak yang menunggu di tempat tujuan, dan mengatur kebutuhan selama masa penundaan.

Gate 6A Memang Digunakan Pesawat ATR

Di tengah protes penumpang, pihak bandara turut menjelaskan persoalan fasilitas ruang tunggu yang sempat menjadi perhatian.

Citra mengatakan Gate 6A memang diperuntukkan bagi pesawat jenis ATR yang menggunakan baling-baling. Pesawat jenis tersebut memiliki kebutuhan fasilitas berbeda dibandingkan pesawat jet Boeing atau Airbus.

Pesawat ATR tidak menggunakan garbarata seperti pesawat jet pada umumnya. Karena itu, penumpang harus mengikuti pengaturan akses menuju pesawat sesuai fasilitas yang tersedia di bandara.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk memperjelas fungsi Gate 6A yang digunakan dalam operasional penerbangan pesawat ATR.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas. Koordinasi dengan maskapai juga dilakukan untuk memastikan penumpang yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh penanganan sesuai ketentuan.

Kasus pembatalan rute Makassar-Baubau menjadi pengingat bahwa gangguan penerbangan dapat berdampak langsung pada puluhan penumpang, terutama ketika informasi baru diterima setelah mereka berada di ruang tunggu.

Di tengah kebutuhan menjaga keselamatan penerbangan, kejelasan komunikasi, kepastian jadwal pengganti, dan penanganan penumpang menjadi bagian penting dari pelayanan.

Bagi penumpang, bukan hanya keberangkatan yang tertunda, melainkan juga waktu dan rencana perjalanan yang sudah mereka persiapkan jauh sebelumnya. (*)