Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Pernyataan sikap Dewan Pimpinan MUI tersebut telah disebarluaskan pada 13 Oktober 2026. Ada empat poin yang perlu diingatkan kembali. Berikut pernyataan sikap MUI:
Pertama, MUI menolak dengan tegas rencana konser Andrea Bocelli yang akan diselenggarakan di Indonesia.
Kedua, MUI mendorong pemerintah untuk segera melakukan langkah tegas, tidak mengizinkan dan membatalkan seluruh rencana konservasi Andrea Bocelli.
Ketiga, MUI meminta kepada pemerintah agar selalu memberi isyarat tegas dan sungguh-sungguh mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah Indonesia yang tidak terafiliasi dengan Zionis Israel, sebagai bentuk pemahaman ekonomi dan kebudayaan nasional.
Keempat, MUI meminta kepada pihak Andrea Bocelli dan semua pihak untuk memahami dan menghormati keputusan MUI ini serta berharap tidak menyampaikan pandangan yang kontraproduktif atas sikap MUI.
MUI Buka Ruang Dialog
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan forum tabayun sebelumnya telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk unsur pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kali ini, MUI berdialog dengan tokoh lintas agama untuk mendengarkan pandangan dari berbagai perspektif.
“Ini forum tabayun, untuk melakukan tabayun dari berbagai perspektif. Sebelumnya, dengan pihak pariwisata dan ekonomi kreatif, mereka juga sudah hadir ke MUI. Kali ini, kita bertabayun dengan tokoh lintas agama,” ujarnya saat ditemui setelah kegiatan Dialog Bersama dan Pernyataan Sikap atas Rencana Konser Andrea Bocelli di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Buya Amirsyah menegaskan, apa pun keputusan yang nantinya diambil, MUI menghormati proses yang berlangsung. Menurutnya, dialog terbuka merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan masalah baru.
“Apapun keputusannya nanti, tentu kita menghargainya. Karena dialog terbuka, menyelesaikan masalah tanpa masalah,” katanya.
Dia menjelaskan, dialog tersebut diharapkan berjalan produktif dengan memperhatikan dua hal penting. Pertama, menjaga kedaulatan Indonesia, baik dalam aspek ekonomi maupun kebudayaan.
Kedua, mengapresiasi keberagaman agama dan suku sebagai kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Menurutnya, penghargaan diberikan atas keberagaman perlunya berjalan seiring dengan upaya memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Dengan demikian, kedaulatan budaya dan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.
Terkait hasil dialog, Buya Amirsyah meminta semua pihak menunggu hingga proses pembahasan selesai. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan mengenai keputusan pemerintah nantinya merupakan kewenangan pemerintah, bukan MUI.
“Jadi nanti pemerintah yang akan memberikan komentar, bukan kewenangan MUI,” tegasnya.
Forum ini menjadi ruang dialog bersama untuk membahas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia melalui pertukaran pandangan dari berbagai unsur masyarakat.
Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya tabayun agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan pemahaman yang lebih utuh. (sya)






