Siswa SD di Pemalang Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas, Polisi Periksa 6 Saksi

Journalist Independent
Bocah kelas 2 SD di Pemalang meninggal dunia diduga dibully
Bocah kelas 2 SD di Pemalang meninggal dunia diduga dibully

PEMALANG — Muhammad Hasbi Al Aqib alias Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng), meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Kematian Aqib tengah diselidiki polisi lantaran muncul dugaan dirinya menjadi korban bullying atau perundungan oleh kakak kelas.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut dugaan tersebut. Penyidik juga berupaya mencari rekaman kamera pengawas (CCTV) di lingkungan sekolah, tetapi sekolah diketahui belum memiliki CCTV.

“Sementara belum ada CCTV,” kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, dikonfirmasi, Sabtu (3/10).

Meski tidak menemukan rekaman CCTV di sekolah, polisi memastikan kondisi tersebut tidak menghambat proses penyelidikan.

“Insyaallah nggak (terhambat),” katanya.

Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Aqib meninggal dunia pada Rabu (30/9) setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sembilan hari.

Jenazah korban kemudian diautopsi pada Kamis (1/10) di RSUD Ashari, Pemalang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Aqib.

Hingga Sabtu (3/10), hasil autopsi belum diterima penyidik. Polisi masih menunggu pemeriksaan dari tim Bidokkes Polda Jawa Tengah.

“Belum (keluar hasilnya). Menunggu hasil dari tim Bidokkes Polda Jateng,” kata Wildan.

Enam Saksi Diperiksa

Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi telah meminta keterangan dari enam orang saksi. Mereka terdiri dari teman korban, pihak sekolah, serta orang tua Aqib.

Aqib sebelumnya masuk rumah sakit pada Kamis (17/9). Saat itu, korban mengalami sejumlah keluhan, mulai dari sakit perut, muntah berat hingga buang air besar (BAB) berdarah.

Ketika menjalani perawatan, Aqib disebut sempat menceritakan kepada pihak keluarga bahwa dirinya pernah dipukul oleh tiga kakak kelas.

Ketiga siswa yang disebut korban tersebut diketahui duduk di kelas 5 dan 6.

Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih sembilan hari, kondisi Aqib memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (30/9).

Polisi masih mendalami hubungan antara dugaan perundungan tersebut dengan kondisi kesehatan hingga meninggalnya Aqib. Hasil autopsi nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan.