Maros Diterjang Banjir Personil Ditlantas Polda Sulsel Sigap Bantu Pedagang Sayur

Journalist Independent
Personil Ditlantas Polda Sulsel Sigap Bantu Pedagang Sayur
Personil Ditlantas Polda Sulsel Sigap Bantu Pedagang Sayur

Journalist Independent, MAROS — Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Makassar dan sekitarnya pada Februari 2023 tidak hanya menghambat perjalanan warga, tetapi juga menyulitkan aktivitas masyarakat yang harus tetap bekerja. Di tengah kondisi tersebut, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan turun membantu pengguna jalan, termasuk seorang pedagang sayur yang kesulitan melintasi genangan.

Pada 15 Februari 2023, Aiptu HM Nasir membantu pedagang tersebut dengan mendorong sepeda motornya hingga dapat melewati ruas jalan yang tergenang air. Nasir menghampiri pedagang itu setelah melihat kendaraannya kesulitan melaju di tengah genangan. Bantuan tersebut memungkinkan pedagang melanjutkan perjalanan.

Tindakan Nasir berlangsung di tengah upaya kepolisian menjaga kelancaran lalu lintas selama banjir mengganggu mobilitas masyarakat. Selain membantu pengendara yang mengalami kendala, personel Ditlantas Polda Sulsel juga mengatur arus kendaraan dan mengarahkan pengguna jalan agar menghindari titik genangan yang berisiko.

“Sudah merupakan kewajiban bagi kami Personil Ditlantas Polda Sulsel untuk membantu masyarakat. Sesuai arahan dan petunjuk Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Faizal S.IK., MH, mengutamakan pelayanan, pengayoman dan melindungi masyarakat,” kata Nasir.

Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan langsung polisi kepada warga yang menghadapi kesulitan di jalan. Dalam situasi banjir, genangan dapat menghambat kendaraan, memperlambat perjalanan, dan meningkatkan risiko bagi pengendara yang tetap memaksakan diri melintasi ruas jalan yang tergenang.

Banjir Mengganggu Aktivitas Warga Makassar

Banjir yang melanda Makassar pada pertengahan Februari 2023 berdampak luas terhadap permukiman dan akses transportasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam laporan pada 14 Februari 2023, menyebut hujan deras sejak 13 Februari disertai kenaikan permukaan air laut memicu banjir di sejumlah wilayah kota.

Baca Juga  Kapolri Perintahkan Polda Perketat Cegah Karhutla, Pembakaran Lahan Disorot

Data Pusat Pengendalian Operasi BNPB saat itu mencatat tujuh kecamatan terdampak, yakni Manggala, Ujung Pandang, Rappocini, Mamajang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Makassar. Sebanyak 554 kepala keluarga atau 1.869 jiwa mengungsi, sedangkan 554 rumah terendam. Ketinggian genangan di sejumlah lokasi berkisar 50 hingga 100 sentimeter sehingga akses warga dan aktivitas sehari-hari terganggu.

Angka tersebut menggambarkan besarnya gangguan yang harus dihadapi masyarakat saat banjir terjadi. Warga tidak hanya membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan diri dan barang-barang dari genangan, tetapi juga memerlukan akses jalan yang aman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi pedagang yang mengandalkan kendaraan untuk mengangkut atau menjual barang dagangan, kondisi jalan yang tergenang dapat menambah kesulitan dalam menjalankan pekerjaan.

Banjir pada periode itu juga berkaitan dengan kondisi cuaca dan pasang laut. BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan bahwa banjir pada 13 Februari terjadi ketika hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat bersamaan dengan kenaikan air laut. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah, menyebut ketinggian pasang laut mencapai sekitar 1,2 meter pada pagi hari. Curah hujan saat itu berada pada kisaran 50 hingga 150 milimeter.

Pertemuan aliran air hujan dari daratan dengan air pasang yang menghambat aliran menuju laut turut menyebabkan genangan bertahan di sejumlah lokasi. BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sulawesi Selatan pada 12–16 Februari 2023. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan situasi jalan sebelum bepergian.

Faizal Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Di tengah kondisi tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel Kombes Pol Faizal S.IK., MH, turut turun ke lapangan. Ia mengatur arus kendaraan sekaligus melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan AP Pettarani, Makassar, untuk membantu menjaga kelancaran perjalanan pengendara.

Baca Juga  Bedah 10 Unit Rumah Wujud Bhakti Kapolres Luwu Dan Disperkimtan Jelang HUT Bhayangkara

Ditlantas Polda Sulsel mengerahkan personel ke sejumlah ruas jalan yang rawan banjir. Petugas membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan, memantau pergerakan kendaraan, dan mengarahkan pengendara agar tidak memasuki ruas dengan genangan tinggi.

Langkah itu penting untuk mengurangi risiko kendaraan mogok dan mencegah penumpukan arus di titik yang sulit dilalui. Ketika pengendara tetap memaksakan kendaraan menerobos genangan, situasi dapat semakin menyulitkan pengguna jalan lain dan menghambat pergerakan kendaraan di sekitarnya.

“Kami mengarahkan para pengendara untuk menghindari jalan yang volume airnya lebih tinggi dan memilih jalur yang masih bisa dilalui. Dan seluruh personil kami kerahkan untuk membantu, mengatur arus lalulintas,” tutup Faizal.

Arahan tersebut menekankan pentingnya memilih jalur yang aman daripada mempertahankan rute perjalanan yang sudah tergenang. Pengendara juga perlu mempertimbangkan kondisi kendaraan dan kedalaman air sebelum memutuskan melintas. Genangan yang terlihat dangkal belum tentu aman, terutama ketika pengendara tidak dapat memperkirakan kondisi permukaan jalan di bawah air.

Melalui pengerahan personel dan pengaturan arus kendaraan, Ditlantas Polda Sulsel berupaya membantu masyarakat menghadapi gangguan mobilitas akibat banjir. Bantuan Nasir kepada pedagang sayur menjadi salah satu contoh tindakan langsung petugas di lapangan, sementara rekayasa lalu lintas membantu mengarahkan kendaraan ke jalur yang lebih aman.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk, mengikuti arahan petugas, dan menghindari ruas jalan dengan genangan tinggi. Pengendara juga disarankan mencari jalur alternatif apabila kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilalui. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus membantu kelancaran lalu lintas selama banjir mengganggu aktivitas warga.