Journalist Independent, DONGGALA – Ancaman narkoba terhadap generasi muda tidak cukup dihadapi melalui penindakan kepolisian. Perhatian keluarga dan kepedulian lingkungan juga menjadi benteng penting untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Pesan itu dibawa personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah saat menyambangi Masjid Babul Jannah di Labuan Salumbone, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Jumat (6/11/2026).
Di tengah suasana ibadah Jumat, polisi mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi pergaulan putra-putrinya.
Kegiatan tersebut dikemas melalui program Jumat Keliling untuk mendukung Quick Wins Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.
Tidak sekadar hadir sebagai aparat keamanan, personel Ditpolairud berbaur dengan jamaah. Mereka mengikuti rangkaian ibadah, menyampaikan pesan kamtibmas, hingga berbagi bantuan sembako kepada pengurus masjid dan tokoh masyarakat.
Aipda Muhammad Yusuf bertindak sebagai khatib sekaligus imam salat Jumat. Dalam kesempatan tersebut, pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama warga menjadi salah satu perhatian utama.
Direktur Polairud Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Suprianto, mengatakan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan warga.
Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dibutuhkan kebersamaan serta kepedulian seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas,” ujar Suprianto.
Ia menekankan, persoalan penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam lingkungan keluarga.
Orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pergaulan dan perkembangan kehidupan mereka sehari-hari.
“Kami berharap para orang tua senantiasa memberikan perhatian dan pengawasan kepada putra-putrinya. Jangan sampai generasi muda kita terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Masa depan mereka merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jaga,” tambahnya.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, personel Ditpolairud juga menyerahkan paket sembako kepada imam, takmir Masjid Babul Jannah, serta tokoh masyarakat.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial kepolisian sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Lima personel terlibat dalam kegiatan ini, yakni Aipda Sudarno, Aipda Agus Widi, Aipda Hasrul, Aipda Muhammad Yusuf, dan Bripda Sudrajat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 13.00 Wita tersebut berjalan aman dan lancar. Kehadiran personel kepolisian juga mendapat apresiasi positif dari pegawai syara dan jamaah masjid.
Melalui Jumat Keliling, Ditpolairud Polda Sulteng ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak sebatas ketika terjadi gangguan keamanan. Lebih dari itu, polisi juga diharapkan hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, mendengarkan persoalan warga, serta membangun kepedulian bersama. (MA)






