Journalist Independent, MAKASSAR — PSM Makassar belum ingin larut dalam euforia kemenangan di League Cup. Pelatih Darije Kalezic memilih mengalihkan perhatian timnya ke tantangan yang lebih mendesak, yakni duel melawan Borneo Samarinda FC pada pekan kesembilan Super League.
Baginya, membangun kembali kekuatan Juku Eja jauh lebih penting daripada membicarakan peluang mengangkat trofi terlalu dini.
Kemenangan atas De Red FC pada pertandingan pembuka Grup K League Cup memang memberikan modal positif bagi PSM. Namun, Kalezic tidak ingin hasil tersebut membuat pemain kehilangan fokus. Juku Eja kini harus mempersiapkan diri menghadapi Borneo di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026).
“Terkait juara, saya kira kita tidak perlu memikirkan hal ini. Kita masih menyibukkan diri kita sekarang terkait pertandingan yang paling dekat minggu ini yaitu melawan Borneo,” tegas Kalezic, Kamis (5/11/2026).
Sikap tersebut menunjukkan bahwa pelatih asal Bosnia itu ingin mengutamakan konsistensi daripada mengejar target besar tanpa fondasi yang kuat. Status PSM sebagai juara bertahan sejak era Piala Indonesia 2018–2019 tidak lantas membuat Kalezic merasa timnya sudah siap kembali bersaing memperebutkan gelar.
Darije Kalezic Ingin Kembalikan PSM Makassar ke Jalur Kejayaan
PSM masih memiliki pekerjaan besar untuk memulihkan performa setelah melewati beberapa musim yang penuh tantangan. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu sempat mengakhiri penantian gelar selama 23 tahun ketika menjuarai Liga Indonesia 2022–2023. Namun, perjalanan setelah keberhasilan tersebut tidak berjalan mulus.
PSM finis di posisi ke-11 pada musim 2023–2024, kemudian memperbaiki pencapaian dengan menempati peringkat keenam pada 2024–2025. Performa tim kembali merosot pada musim 2025–2026 hingga menghadapi ancaman degradasi.
Rangkaian hasil tersebut menjadi gambaran bahwa PSM membutuhkan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar perubahan strategi dalam satu atau dua pertandingan. Kalezic menyadari proses pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, serta kerja sama seluruh elemen klub.
“Makanya, kita harus menjalani proses dalam hal ini. Pada saat saya masuk, ini adalah proses yang sulit. Kita ada dalam proses ini untuk mengembalikan PSM lagi ke tempat yang seharusnya,” tambahnya.
Kalezic ingin membawa PSM kembali ke level kompetitif seperti ketika dirinya menangani klub pada periode sebelumnya. Namun, ia memahami bahwa kejayaan tidak bisa diraih secara instan.
Karena itu, pertandingan melawan Borneo Samarinda FC menjadi ujian penting bagi langkah pembenahan Juku Eja. PSM perlu menunjukkan perkembangan melalui hasil nyata di lapangan, terutama saat menghadapi lawan tangguh di kandangnya sendiri.
Daripada terbebani target juara League Cup, Kalezic memilih menuntut pemainnya menyelesaikan satu pertandingan demi satu pertandingan. Fokus tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi PSM untuk kembali menemukan konsistensi dan merebut tempat di papan atas sepak bola Indonesia. (*)





