SULSEL  

Listrik Sering Padam, Tagihan Justru Naik? PLN Buka Suara

Journalist Independent
Ilustrasi Petugas PLN melakukan penanganan jaringan listrik. Pemadaman di sejumlah wilayah Gowa pada Minggu malam terjadi akibat gangguan darurat pada pembangkit.

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan memunculkan keluhan baru dari pelanggan PLN. Di tengah pasokan listrik yang belum sepenuhnya normal, sejumlah warga justru mengeluhkan tagihan listrik bulanan yang meningkat.

Keluhan tersebut mendapat tanggapan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar). PLN menegaskan, kebijakan manajemen beban melalui pemadaman bergilir tidak secara langsung memengaruhi perhitungan tagihan listrik pelanggan.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan bahwa tagihan listrik dihitung berdasarkan jumlah energi yang digunakan pelanggan, bukan berdasarkan ada atau tidaknya pemadaman bergilir.

“Manajemen beban tidak secara langsung memengaruhi perhitungan tagihan listrik karena tagihan didasarkan pada energi yang digunakan pelanggan,” jelas Niki melalui keterangannya di Makassar, Kamis.

Menurut Niki, meningkatnya tagihan listrik bisa dipengaruhi oleh perubahan pola penggunaan peralatan elektronik di rumah. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat lebih sering menyalakan pendingin ruangan (AC), kipas angin, maupun peralatan elektronik lainnya. Peningkatan pemakaian energi inilah yang dapat berpengaruh terhadap jumlah tagihan bulanan.

Meski demikian, PLN memahami ketidaknyamanan pelanggan selama kondisi kelistrikan belum sepenuhnya pulih. Perusahaan juga memastikan pencatatan pemakaian listrik dilakukan berdasarkan konsumsi energi masing-masing pelanggan.

Bagi pelanggan yang merasa tagihannya naik tidak wajar, PLN membuka layanan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123. Pelanggan juga dianjurkan mencatat meter secara mandiri melalui fitur Catat Meter (SwaCAM) di PLN Mobile untuk membantu memastikan kesesuaian pencatatan pemakaian listrik.

Baca Juga  Dua Pekan Menjabat, Kapolres Pelabuhan Makassar Ungkap Peredaran 6,7 Kg Sabu

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia memastikan seluruh jajaran PLN terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan agar pasokan kembali normal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Seluruh jajaran PLN terus berupaya agar kondisi kelistrikan segera pulih. Kami juga memastikan pelayanan kepada pelanggan, termasuk penanganan pengaduan tagihan listrik, tetap berjalan secara optimal,” ujar Didik.

PLN berharap masyarakat memberikan dukungan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan juga meminta pelanggan memanfaatkan saluran pengaduan apabila menemukan ketidaksesuaian dalam tagihan listrik mereka. (muh)