NEWS  

Polisi Tewas Tertabrak Truk Saat Atur Lalu Lintas, Tiga Orang Terluka

Journalist Independent
Ilustrasi kecelakaan.
Ilustrasi kecelakaan.

Journalist Independent,  BATANG — Seorang anggota Polresta Batang, Aipda Prihatin Wahyu Wibowo, meninggal dunia setelah tertabrak truk saat bertugas mengatur lalu lintas di jalur Pantura, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026) pagi.

Kapolresta Batang Kombes Warsono mengatakan, korban tertabrak ketika hendak membantu warga menyeberang jalan di sekitar Mapolsek Tulis.

“Korban tertabrak truk saat akan menyeberangkan warga,” kata Warsono.

Warsono menjelaskan, kecelakaan bermula ketika Aipda Prihatin bersama sejumlah anggota lainnya sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas di depan Mapolsek Tulis.

Saat kegiatan berlangsung, sebuah truk boks bernomor polisi D 8430 WF melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut kemudian menerobos sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Kendaraan berat itu selanjutnya menabrak Aipda Prihatin hingga tubuh korban terpental. Korban kemudian membentur sebuah mobil yang saat itu hendak diseberangkan.

Benturan keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia. Insiden itu juga mengakibatkan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Ketiga korban luka terdiri atas dua pengendara sepeda motor dan seorang pengemudi mobil. Mereka langsung dievakuasi petugas untuk mendapatkan penanganan medis.

Seluruh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit QIM. Sementara itu, jenazah Aipda Prihatin disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang.

Korban diketahui menjabat sebagai Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Kanit SPKT) Polsek Tulis. Jenazahnya direncanakan dimakamkan melalui upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai anggota kepolisian.

Kepergian Aipda Prihatin meninggalkan duka bagi keluarga. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Peristiwa tersebut menjadi insiden tragis saat korban tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya membantu mengatur arus kendaraan dan menyeberangkan warga di jalur Pantura.

Baca Juga  Angka Perceraian di Indonesia Meningkat, Judi Hingga Zina Jadi Pemicu

Saat ini, Satlantas Polresta Batang masih mendalami kronologi dan faktor penyebab kejadian.

“Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami terus mengajak masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan kecepatan, jaga jarak aman, serta selalu perhatikan kondisi kendaraan maupun situasi jalan. Kelalaian sesaat dapat berakibat fatal dan berdampak pada keselamatan orang lain,” ungkapnya.