Sempat Ditolak, Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar di Borobudur

Journalist Independent
Andrea Bocelli
Andrea Bocelli saat konser. (dok. IG Andrea Bocelli)

Journalist Independent.com, MAGELANG – Konser sang maestro tenor dunia Andrea Bocelli di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tetap digelar meski sempat menuai banyak penolakan. Konser ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia, namun membawa misi kemanusiaan dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak korban konflik, termasuk di Palestina.

Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tersebut digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di kawasan Candi Borobudur. Inisiatif sosial yang dihadirkan promotor Shoemaker Live menjadi bagian penting dari rangkaian konser yang memperingati 30 tahun perjalanan album legendaris Romanza.

Andrea Bocelli sendiri merupakan penyanyi tenor asal Italia yang lahir pada 22 September 1958 di Lajatico, Tuscany. Perjalanan hidupnya menjadi perhatian dunia karena ia tetap mengembangkan kemampuan bermusik meskipun mengalami gangguan penglihatan sejak kecil.

Ada Gangguan Penglihatan

Bocelli mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma sejak lahir. Penglihatannya kemudian hilang sepenuhnya ketika berusia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola. Kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk menekuni dunia musik hingga dikenal sebagai salah satu penyanyi tenor terkemuka dunia.

Namanya semakin dikenal secara internasional setelah merilis lagu Con te partirò pada 1995. Lagu tersebut kemudian hadir dalam versi duet bersama penyanyi Inggris Sarah Brightman dengan judul Time to Say Goodbye, yang menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan kariernya.

Popularitas Bocelli semakin berkembang melalui kolaborasinya bersama Céline Dion dalam lagu The Prayer. Karya tersebut dibawakan dalam ajang Academy Awards 1999 dan mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori Best Original Song.

Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Bocelli dikenal melalui genre classical crossover, yakni perpaduan musik klasik dan opera dengan unsur musik populer. Karakter vokalnya yang khas membuat karya-karyanya menjangkau pendengar dari berbagai negara dan generasi.

Baca Juga  Atletico Menang Derby Madrid 2-1, Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik

Selain berkarier di dunia musik, Bocelli juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikannya pada 2011. Organisasi tersebut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pendidikan, musik, dan dukungan bagi komunitas rentan, terutama anak-anak serta generasi muda.

Salah satu program yang dijalankan adalah Voices of Peace. Inisiatif ini mempertemukan anak-anak dan remaja dari Italia dan Ukraina melalui kegiatan paduan suara serta pendidikan musik sebagai sarana membangun komunikasi dan semangat perdamaian.

Kepedulian ABF terhadap anak-anak di wilayah konflik juga diwujudkan melalui program ABF Voices of Jerusalem. Bekerja sama dengan Magnificat Institute, program tersebut memberikan pendidikan musik, pelatihan paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem serta Yerusalem Timur.

Pada Oktober 2019, Andrea Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Andrea Bocelli Foundation bersama Galilee Foundation. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.

Ditolak MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan menolak rencana konser penyanyi opera dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Sikap tersebut berkaitan dengan informasi mengenai dugaan keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana yang disebut mendukung militer Israel.

Dalam dialog yang berlangsung di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim memaparkan sejumlah pertimbangan di balik penolakan tersebut.

Forum yang dihadiri pimpinan ormas Islam, tokoh lintas agama, budayawan, dan seniman itu menjadi ruang untuk membahas rencana konser Andrea Bocelli serta persoalan yang melatarbelakangi sikap MUI.

Baca Juga  Kapolri Minta Dukungan Fatwa MUI Haramkan Rokok Elektrik, Berikut Bahaya Vape

Prof Sudarnoto menjelaskan, dialog yang mempertemukan berbagai tokoh agama dan elemen masyarakat tersebut merupakan langkah positif yang telah dilakukan MUI dalam membahas berbagai persoalan penting.

Menurutnya, forum semacam ini menjadi ruang untuk berbagi pandangan, termasuk menyikapi rencana konser Andrea Bocelli.

Dia menyebut, Andrea Bocelli sebagai musisi hebat yang dikenal luas di tingkat dunia. Namun, menurutnya, terdapat persoalan yang perlu menjadi perhatian terkait rekam jejak sang musisi.

Berdasarkan data yang diperoleh tim MUI, dia menyampaikan bahwa pada tahun 2010 Andrea Bocelli termasuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang menghimpun dana untuk mendukung militer Israel.

“Yang menjadi masalah adalah temuan tim dari MUI. Pada tahun 2010, Andrea Bocelli terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) untuk menggalang dana dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya. (lam)