Journalist Independent, Semarang – Seorang atlet cabang olahraga (cabor) catur mengalami luka robek di bagian kepala saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Cedera tersebut bukan terjadi saat pertandingan, melainkan setelah atlet itu terjatuh ketika beraktivitas di toilet.
“Ada salah satu (kabar atlet) yang tidak diduga, dari cabang olahraga catur. Terjadi luka robek di kepala karena terjatuh saat melakukan aktivitas di toilet. Bukan karena catur,” kata Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Zuhdan menyampaikan insiden tersebut menjadi salah satu kasus yang ditangani tim kesehatan selama penyelenggaraan Porprov Jateng 2026. Atlet catur itu termasuk dalam 22 kasus yang harus mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
157 Kasus Kesehatan Ditangani Tim Medis
Terdapat 157 kasus kesehatan yang ditangani selama Porprov Jateng 2026. Rinciannya, 121 kasus menjalani rawat jalan di pos kesehatan, 22 kasus dirujuk ke rumah sakit, dan 14 kasus menjalani observasi di pos kesehatan.
“Kondisi terakhir 157 kasus, untuk rawat jalan di pos kesehatan ada 121 kasus, harus dirujuk 22 kasus, dan observasi di pos kesehatan ada 14 kasus. Data ini masih bersifat dinamis sesuai dengan yang dilaporkan teman-teman di lapangan,” ungkap Zuhdan.
Penanganan kesehatan atlet tidak hanya berlangsung di rumah sakit. Sebagian besar kasus masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan di pos kesehatan yang disediakan selama kompetisi.
Sementara itu, atlet yang kondisinya membutuhkan pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut dirujuk ke rumah sakit. Jumlah rujukan yang mencapai 22 kasus menjadi bagian dari catatan kesehatan penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Zuhdan juga menjelaskan jenis cedera yang dialami peserta Porprov cukup beragam. Beberapa kasus yang memerlukan rujukan di antaranya patah tulang hidung dan pendarahan pada bagian wajah.
“Yang dirujuk yang banyak adalah kasus-kasus seperti di Kota Salatiga seperti patah tulang hidung, kemudian ada beberapa pendarahan di bagian muka,” ucapnya.
Kasus atlet catur yang mengalami luka robek di kepala memiliki latar kejadian berbeda dari cedera yang muncul saat pertandingan. Berdasarkan penjelasan Zuhdan, luka tersebut terjadi setelah atlet terjatuh ketika melakukan aktivitas di toilet.
Zuhdan tidak menyebutkan identitas atlet, waktu pasti kejadian, maupun penyebab atlet tersebut terjatuh. Karena itu, informasi mengenai insiden tersebut terbatas pada keterangan bahwa atlet mengalami luka robek di kepala setelah terjatuh di toilet.
Porprov Diikuti Ribuan Atlet dari 35 Daerah
Porprov XVII Jateng 2026 merupakan kompetisi olahraga tingkat provinsi yang melibatkan atlet dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Ajang tersebut dipusatkan di wilayah Semarang Raya dengan sejumlah daerah menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan.
Porprov 2026 diikuti 7.999 atlet dan 1.910 ofisial yang berasal dari 35 kabupaten/kota. Para peserta berkompetisi dalam 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan.
Besarnya jumlah peserta membuat penyelenggaraan Porprov membutuhkan dukungan berbagai fasilitas, termasuk layanan kesehatan di lokasi pertandingan. Kesiapan tenaga medis dan sarana penanganan darurat menjadi bagian dari kebutuhan selama kompetisi berlangsung.
Selain melayani atlet yang mengalami cedera saat bertanding, petugas kesehatan juga perlu menangani gangguan kesehatan atau insiden yang terjadi di luar arena. Kasus atlet catur yang terjatuh di toilet menjadi salah satu contoh kejadian di luar aktivitas pertandingan yang tetap membutuhkan penanganan medis.
Di sisi lain, penyelenggaraan Porprov Jateng 2026 turut menjadi perhatian terkait keselamatan peserta setelah muncul sejumlah insiden di beberapa cabang olahraga. KONI Jateng bersama panitia penyelenggara kemudian melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kompetisi, terutama mengenai prosedur keselamatan atlet.
KONI Evaluasi SOP dan Tambah Fasilitas Medis
Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso, mengatakan evaluasi menyeluruh telah dilakukan bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut melibatkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora), tim delegasi, serta ketua pengurus provinsi cabang olahraga.
“Semalam adalah evaluasi menyeluruh yang dihadiri Pak Kadispora juga dan seluruh tim delegat dan ketua pengurus provinsi cabang olahraga,” ucap Budi.
Budi menyebut hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan perbaikan standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan pertandingan. Aspek keselamatan atlet menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pembenahan tersebut.
Salah satu rencana yang disampaikan adalah menambah ketersediaan ambulans di lokasi pertandingan. Selain itu, jumlah tenaga dokter dan paramedis juga akan ditingkatkan untuk mendukung penanganan atlet yang membutuhkan pertolongan.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan tim medis ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan dukungan ambulans dan tenaga kesehatan, atlet yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh akses layanan medis sesuai kebutuhannya.
Evaluasi juga menjadi ruang bagi penyelenggara dan pengurus cabang olahraga untuk meninjau kembali pelaksanaan prosedur keselamatan. Kesiapan petugas di setiap lokasi pertandingan menjadi bagian penting agar penanganan terhadap atlet dapat dilakukan secara tepat.
Porprov Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Penyelenggaraan kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi bagi atlet daerah, tetapi juga menuntut kesiapan panitia dalam menyediakan lingkungan pertandingan yang aman bagi seluruh peserta. (*)






