Journalist Independent.com, SOPPENG – Kebakaran melanda Pasar Sentral Batu-Batu di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kebakaran ini menghanguskan sejumlah kios di bagian tengah pasar.
Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan tim kepolisian, Pemda Soppeng dan stakeholder lainnya.
Kebakaran terjadi di Pasar Sentral Batu-Batu, Jalan Kompleks Pasar Sentral Batu, Dusun Tanete, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Sabtu (24/10/2026) malam.
Informasi kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.57 Wita, lalu tim dan armada damkar langsung dikerahkan ke lokasi.
“Tim damkar langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 18.59 Wita dan tiba di tempat kejadian kebakaran pada pukul 19.00 Wita. Jarak pos dengan lokasi kejadian sekitar 50 meter dengan waktu tempuh 1 menit,” kata personel pemadam kebakaran (damkar) Soppeng, Rudinan, dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Petugas mengerahkan armada dari Sektor Marioriawa untuk memadamkan api. Pemadaman juga dibantu 1 unit mobil damkar dari Sidrap, 4 unit dari Pos Induk Lalabata, serta armada dari Sektor Donri-Donri, Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja.
Proses Pemadam Berlangsung 5 Jam
Proses pemadaman berlangsung lebih dari 5 jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.35 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran Pasar Batu-Batu itu juga menyebar melalui media sosial setelah warga membagikan video yang memperlihatkan api membesar dan membakar kios-kios di bagian tengah pasar. Pasar tersebut berada di dekat perbatasan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.
Warga Sebut Bagian Tengah Pasar Hangus Terbakar
Informasi mengenai kondisi pasar juga disampaikan warga setempat. Seorang warga Batu-Batu bernama Tono membenarkan bahwa kebakaran melanda Pasar Batu-Batu pada Sabtu malam.
Menurut Tono, api menghanguskan bagian tengah pasar yang masih menggunakan bangunan lama. Sementara itu, bagian depan pasar yang memiliki bangunan lebih baru dilaporkan tidak ikut terbakar berdasarkan informasi yang ia sampaikan.
Keterangan tersebut memberikan gambaran awal mengenai bagian pasar yang terdampak. Meski demikian, luas area yang terbakar dan jumlah kios yang mengalami kerusakan belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Tono juga mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi ketika wilayah tersebut sedang mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Namun, ia mengaku belum mengetahui penyebab munculnya api.
“Kami belum tau penyebabnya. Tapi saat kebakaran sementara terjadi pemadaman bergilir,” tambah Tono.
Kondisi pemadaman listrik yang berlangsung pada saat kejadian menjadi informasi dari warga, tetapi belum membuktikan adanya hubungan dengan munculnya api. Penyebab kebakaran tetap menunggu pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Warga lainnya, Adi, turut membenarkan peristiwa tersebut. Ia menggambarkan kerusakan di area pasar sebagai dampak kebakaran yang cukup besar, terutama pada bagian tengah bangunan.
“Habis bagian tengahnya. Pinggirannya saja tersisa,” kata Adi.
Pernyataan Adi memperkuat keterangan warga mengenai besarnya dampak kebakaran di bagian tengah Pasar Batu-Batu. Meski begitu, kondisi akhir bangunan baru dapat dipastikan setelah petugas menyelesaikan pemadaman dan melakukan pemeriksaan di lokasi.






