Journalist Independent, Jakarta – Partai Gerindra mencatat elektabilitas 23,1% dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) untuk pemilihan anggota DPR RI. PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar menyusul dengan elektabilitas masing-masing 11,6% dan 10,7%.
Survei IPO yang dikutip Journalist Independent pada Minggu (25/10/2026) menempatkan Gerindra di posisi pertama, disusul PDIP dan Golkar. Survei tersebut dilakukan dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Elektabilitas 5 Parpol di Bawah 10%
Lima partai lain yang memiliki kursi di DPR RI mencatat elektabilitas di bawah 10%. PKB memperoleh 6,1%, Partai Demokrat 5,9%, PAN 5,8%, PKS 4,6%, dan Partai NasDem 4,2%.
Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Kaesang Pangarep mencatat elektabilitas 2,9%. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh 1,6%.
Di bawah 1%, Partai Gerakan Rakyat meraih elektabilitas 0,9%, Partai Gelora 0,8%, dan Partai Hanura 0,2%. Adapun Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Garuda masing-masing mencatat 0,0%.
Survei IPO juga mencatat 21,6% responden belum menentukan pilihan, tidak menjawab, atau merahasiakan preferensi politiknya. Angka tersebut merupakan gabungan dari ketiga kategori responden tersebut.
Survei Libatkan 1.200 Responden
IPO menggelar survei pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei menggunakan metode *multistage random sampling*, dengan tingkat kepercayaan 95% dan *margin of error* ±2,9%.
Hasil Elektabilitas Partai Politik Berdasarkan Survei IPO
1. Partai Gerindra: 23,1%
2. PDI Perjuangan: 11,6%
3. Partai Golkar: 10,7%
4. PKB: 6,1%
5. Partai Demokrat: 5,9%
6. PAN: 5,8%
7. PKS: 4,6%
8. Partai NasDem: 4,2%
9. PSI: 2,9%
10. PPP: 1,6%
11. Partai Gerakan Rakyat: 0,9%
12. Partai Gelora: 0,8%
13. Partai Hanura: 0,2%
14. Partai Perindo: 0,0%
15. Partai Ummat: 0,0%
16. Partai Buruh: 0,0%
17. PKN: 0,0%
18. Partai Garuda: 0,0%
(*)






