JAKARTA – Pangkat jenderal bintang empat tidak membuat Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., C.I.R.R. kehilangan sikap seorang anak di hadapan ibunya.
Dalam video yang beredar, Suyudi terlihat menemui sang ibunda dengan penuh hormat. Ia mendekat, mencium tangan, dan menunjukkan sikap takzim kepada perempuan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Bagi Suyudi yang akrab disapa Yudi momen tersebut memperlihatkan sisi personal seorang pejabat negara yang kini berada di pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Di tengah tanggung jawab besar sebagai Kapolri, Yudi tetap menempatkan ibunda sebagai sosok yang dihormati.
Dari keluarga hingga puncak kepemimpinan Polri
Suyudi resmi menjabat Kapolri setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Setelah mengucapkan sumpah jabatan, Suyudi resmi memegang tanggung jawab tertinggi dalam institusi kepolisian.
Pelantikan itu sekaligus menaikkan pangkat Suyudi dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi. Sebelum dipercaya memimpin Polri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Perjalanan karier Suyudi di Polri berlangsung panjang. Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten, hingga dipercaya memimpin BNN sebelum akhirnya menjadi Kapolri.
Suyudi juga pernah mengemban sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga menduduki posisi strategis di tingkat nasional.
Kini, seluruh jajaran Polri berada di bawah kepemimpinannya.
Namun, di hadapan ibunda, jabatan tersebut seolah tidak menjadi jarak.
Momen sederhana yang memperlihatkan sisi Yudi
Video yang beredar memperlihatkan Yudi menunjukkan penghormatan kepada sang ibu. Gesturnya sederhana, tetapi memperlihatkan kedekatan seorang anak dengan orang tua.
Tidak ada suasana seremonial. Tidak ada panggung jabatan. Yang tampak adalah seorang anak yang mendekat kepada ibunya setelah melewati perjalanan panjang hingga berada di puncak karier kepolisian.
Momen tersebut menjadi perhatian karena muncul tidak lama setelah Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri.
Sebelumnya, momen Suyudi bersimpuh di hadapan ibundanya juga terjadi seusai pelantikan sebagai Kapolri di Istana Negara.
Setelah prosesi pelantikan selesai, Suyudi menghampiri keluarga yang hadir menyaksikan momen penting dalam perjalanan kariernya. Ia kemudian mendekati sang ibu yang berada di kursi roda.
Suyudi mencium tangan dan kening ibundanya. Ia juga memeluk sang ibu sebelum kemudian menemui istri dan anak-anaknya.
Adegan tersebut memperlihatkan sisi keluarga seorang pejabat yang kini memegang tanggung jawab besar di tubuh Polri.
Polri melalui Media Hub juga mencatat Suyudi sebagai Kapolri baru yang menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Situs resmi Polri menempatkan Suyudi sebagai Kapolri sejak 1 Oktober 2026.
Dari puncak karier kembali menjadi seorang anak
Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994. Kariernya banyak bersinggungan dengan fungsi reserse. Ia pernah mengemban sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga menduduki posisi strategis di tingkat nasional.
Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya ke posisi tertinggi di Korps Bhayangkara.
Namun, pencapaian tersebut seakan berhenti sejenak ketika Suyudi berada di hadapan ibundanya.
Ia memilih merendahkan tubuh, mencium tangan dan menunjukkan penghormatan kepada sang ibu.
Di hadapan ibunya, Suyudi tidak lagi tampil sebagai pejabat yang memegang jabatan tertinggi di kepolisian. Ia tetap seorang anak yang menunjukkan hormat kepada orang tua.
Amanah besar setelah pelantikan
Sebagai Kapolri, Suyudi kini menghadapi tanggung jawab besar dalam memimpin institusi dengan jumlah personel yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sehari setelah pelantikannya, Suyudi mulai menjalankan agenda sebagai Kapolri. Pada 3 Oktober 2026, ia memimpin Korps Raport kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian awal tugas Suyudi setelah resmi memimpin Polri.
Di tengah kesibukan menjalankan amanah baru itu, video bersama ibunda menghadirkan sisi berbeda dari sosok Suyudi.
Jabatan boleh berubah. Pangkat boleh bertambah. Namun, di hadapan seorang ibu, Yudi tetap memperlihatkan dirinya sebagai seorang anak yang menaruh hormat kepada orang tua.
Suyudi Ario Seto kini berada di puncak hierarki Kepolisian Negara Republik Indonesia. Perjalanan panjang dari perwira reserse hingga menjadi Kapolri akhirnya membawanya ke posisi tertinggi di Korps Bhayangkara.
Di tengah jabatan dan tanggung jawab besar itu, bakti kepada orang tua tetap menjadi bagian yang terlihat dari sosok Suyudi. (*)






