Gus Kikin Ungkap Alasan JK dan Gus Baha Masuk Kepengurusan PBNU

Journalist Independent
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU.

JAKARTA – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha masuk dalam struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memberikan penjelasan mengenai masuknya kedua tokoh tersebut dalam kepengurusan baru PBNU.

Gus Kikin menyebut JK telah menjadi bagian dari warga Nahdlatul Ulama. Ia juga mengatakan orang tua JK memiliki latar belakang NU.

“Kita memang membangun kebersamaan,” kata Gus Kikin di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Gus Kikin, penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026-2031 dilakukan dengan mengakomodasi berbagai kawasan dan unsur masyarakat dari seluruh Indonesia. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun kebersamaan di dalam organisasi.

Ma’ruf Amin Juga Masuk Kepengurusan

Selain JK, Gus Kikin mengonfirmasi mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga masuk dalam struktur kepengurusan PBNU periode 2026-2031.

Berdasarkan susunan resmi yang diumumkan PBNU, JK dan Ma’ruf Amin tercatat sebagai anggota jajaran Mustasyar. Sementara itu, Gus Baha masuk dalam jajaran Wakil Rais Aam. Susunan tersebut tercantum dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026.

Gus Kikin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gus Baha bergabung dalam kepengurusan PBNU. Ia menyebut Gus Baha sebagai salah satu tokoh yang menonjol di Indonesia.

“Siapa pun yang bisa kita ajak, dan alhamdulillah termasuk Gus Baha itu bersedia untuk ikut menjadi pengurus di PBNU ini. Ini satu hal yang sangat luar biasa,” ujar Gus Kikin.

PBNU Periode 2026-2031

Struktur kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 secara resmi diumumkan di Gedung PBNU, Jakarta, pada Rabu (30/9/2026). Kepengurusan tersebut terdiri atas jajaran Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah.

Dalam struktur baru tersebut, KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Rais Aam, sedangkan Gus Kikin menjabat Ketua Umum PBNU. Prof Mohammad Nuh dipercaya sebagai Katib Aam, Gudfan Arif sebagai Sekretaris Jenderal, dan Ainun Na’im sebagai Bendahara Umum.

Susunan lengkap kepengurusan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026-2031.

Penulis: Ardi