JAKARTA โ Nama Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Sirajudin Lasena, menjadi perhatian setelah muncul kabar dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (21/9/2026).
Pada hari yang sama, aktivitas tim KPK terlihat di sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bolmut. Petugas memasang tanda bertuliskan โDalam Pengawasan KPKโ pada empat ruangan kepala dinas.
Empat ruangan tersebut masing-masing milik Kepala Dinas Pendidikan Supriadi Goma, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Abdul Jalil Pandialang, Kepala Dinas Kesehatan Sofian Mokoginta, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ali Dumbela.
Kabar OTT terhadap Sirajudin hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi dari KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo hanya mengatakan pihaknya masih mengecek informasi tersebut.
โKami cek dulu,โ kata Budi.
Empat Ruangan Kepala Dinas Dipasangi Tanda KPK
Sejumlah orang berpakaian rapi terlihat mendatangi empat kantor tersebut. Mereka kemudian keluar setelah memasang stiker bertanggal 21 September 2026 pada pintu ruangan.
Saat petugas KPK menjalankan kegiatan itu, empat kepala dinas yang ruang kerjanya mendapat tanda pengawasan tidak terlihat berada di kantor.
Informasi mengenai kegiatan KPK tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai perkara yang sedang ditangani. Namun, hingga berita ini ditulis, KPK belum menjelaskan perkara yang menjadi dasar kegiatan tersebut maupun status hukum Sirajudin.
Sejumlah sumber internal pemerintah daerah menyebut Sirajudin sedang berada di Jakarta. Namun, informasi tersebut belum menjelaskan apakah keberadaannya berkaitan dengan kegiatan KPK.
Karena itu, kabar mengenai OTT tersebut masih menunggu penjelasan resmi KPK.
Sirajudin Meniti Karier dari Birokrasi
Sirajudin lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Ia mengawali perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dalam perjalanan birokrasi, Sirajudin pernah memimpin Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut. Ia kemudian menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Pada 25 September 2023, Sirajudin mulai menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolmut. Ia kemudian mengundurkan diri sebagai ASN untuk mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolmut 2024.
Dalam Pilkada 2024, Sirajudin berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh. KPU Bolmut menetapkan pasangan tersebut sebagai pemenang setelah meraih 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah.
KPU menetapkan Sirajudin dan Aditya sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bolmut terpilih untuk periode 2025-2030.
Dilantik Bersama Ratusan Kepala Daerah
Sirajudin dan Aditya kemudian mengikuti pelantikan kepala daerah secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025.
Presiden Prabowo Subianto melantik para kepala daerah hasil Pilkada 2024 dalam seremoni yang berlangsung serentak. Sekretariat Negara mencatat pelantikan tersebut mencakup 961 kepala daerah untuk masa jabatan 2025-2030.
Sejak saat itu, Sirajudin menjalankan pemerintahan sebagai Bupati Bolmut bersama Aditya Pontoh sebagai wakil bupati.
Pendidikan dan Aktivitas Organisasi
Sirajudin juga menempuh pendidikan di bidang ekonomi dan administrasi publik. Ia meraih gelar sarjana akuntansi dari STIE Panca Bhakti Palu pada 2002.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister pembangunan ekonomi di Universitas Gadjah Mada. Ia kemudian menempuh pendidikan doktoral administrasi publik di Universitas Negeri Gorontalo.
Di luar birokrasi, Sirajudin tercatat aktif dalam sejumlah organisasi, antara lain Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), serta Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bolmut.
Kini, perjalanan politik dan birokrasi Sirajudin kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar mengenai kegiatan KPK di Bolmut.
Namun, KPK belum memberikan penjelasan resmi mengenai status Sirajudin maupun perkara yang mendasari kegiatan tersebut. Hingga saat ini, informasi mengenai keterlibatan Sirajudin dalam OTT masih berupa kabar yang menunggu konfirmasi lembaga antirasuah tersebut. (*)






