Nasabah Demo Tak Bisa Cek Saldo-Tarik Tunai gegara Bank Ueno Hentikan Layanan

Journalist Independent
Ilustrasi. (Foto: Bank Ueno)

Journalist Independent, Asunción – Ratusan nasabah Bank Ueno di Asunción, Paraguay, menggelar demonstrasi setelah layanan bank tersebut dihentikan sementara. Mereka mengaku tidak bisa mengecek saldo melalui aplikasi maupun menarik uang tunai sehingga kesulitan menggunakan simpanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jika teknologi sudah begitu maju saat ini, bagaimana mungkin proses ini membutuhkan waktu 15 hari? Saya terpaksa harus meminjam uang dari keluarga,” kata Deisy Asva, mahasiswi keperawatan berusia 20 tahun, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/11/2026).

Layanan Bank Dihentikan, Nasabah Datangi Kantor Cabang

Penghentian operasional Bank Ueno berdampak terhadap sekitar 2,9 juta nasabah. Sejumlah orang mendatangi kantor cabang yang tidak lagi melayani transaksi untuk meminta kepastian mengenai dana simpanan mereka.

Deisy mengaku uang yang tersimpan di bank selama ini digunakan untuk membayar biaya kuliah dan transportasi. Setelah layanan dihentikan, dia kesulitan mengakses dana tersebut dan harus meminjam uang dari keluarganya.

Keluhan serupa disampaikan Manuel Cáceres, nasabah asal Ñemby, wilayah pinggiran Asunción. Dia bersama nasabah lainnya mendatangi kantor bank untuk menuntut kepastian mengenai akses terhadap simpanan.

“Kami menuntut agar bisa mengakses uang yang kami simpan di Bank Ueno. Sayangnya, banyak orang, termasuk saya, harus menghabiskan pagi dengan situasi seperti ini,” ujarnya kepada Reuters, Selasa (3/11).

Protes tersebut muncul setelah nasabah tidak dapat menggunakan sejumlah layanan perbankan. Penghentian sementara itu mencakup transaksi kartu, penarikan tunai melalui mesin ATM, serta akses ke layanan digital.

Bank Sentral Temukan Masalah Rasio Solvabilitas

Bank Sentral Paraguay atau Banco Central del Paraguay (BCP) memulai prosedur resolusi terhadap Bank Ueno pada 3 November 2026. Keputusan itu diambil setelah regulator menemukan rasio solvabilitas bank berada di bawah 50% dari batas minimum yang diwajibkan.

Baca Juga  Bandara Riyadh Dihantam Rudal, 12 Orang Tewas dan 309 Terluka

Dalam pengumumannya, BCP menjelaskan kondisi tersebut diketahui setelah penyesuaian terhadap laporan keuangan bank selama proses regularisasi. Keputusan untuk memulai prosedur resolusi sebelumnya disetujui secara bulat oleh jajaran direksi BCP pada 2 November 2026.

Prosedur resolusi merupakan mekanisme penanganan terhadap bank yang mengalami masalah keuangan sesuai ketentuan perundang-undangan Paraguay. Dalam proses tersebut, pengawas perbankan akan menunjuk pihak yang bertugas memeriksa kondisi aset dan kewajiban bank serta menjaga agar penyelesaian berjalan tertib.

BCP menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Regulator juga menegaskan kasus Bank Ueno merupakan persoalan khusus pada lembaga tersebut, bukan gambaran kondisi seluruh perbankan Paraguay.

Simpanan Dijamin hingga 228,3 Juta Guaraní

Di tengah penghentian layanan, BCP menyatakan simpanan nasabah mendapat perlindungan melalui Fondo de Garantía de Depósitos (FGD) atau Dana Penjaminan Simpanan. Batas perlindungan ditetapkan maksimal 75 kali upah minimum bulanan, setara 228.300.000 guaraní Paraguay untuk setiap nasabah pada satu bank.

Nilai jaminan tersebut berlaku per nasabah dan per lembaga keuangan, bukan untuk setiap rekening yang dimiliki nasabah. BCP juga menyatakan mekanisme penyelesaian akan memperhatikan dana yang melebihi batas perlindungan sesuai kondisi aset bank dan ketentuan hukum.

Pada 5 November 2026, BCP mengumumkan pembayaran jaminan simpanan untuk kelompok nasabah pertama. Tahap awal itu ditujukan kepada nasabah dengan total simpanan maksimal 10.000.000 guaraní, tidak memiliki kewajiban utang kepada Bank Ueno, serta mempunyai rekening aktif di bank atau lembaga keuangan lain di Paraguay.

Nasabah yang memenuhi persyaratan tersebut dapat menerima pembayaran sesuai ketentuan yang diumumkan BCP. Untuk kelompok berikutnya, bank sentral akan menyampaikan tahapan pembayaran melalui saluran resmi.

Baca Juga  Orang Kaya Dunia: Menabung Tidak Ada Gunanya di Zaman AI

Nasabah Tunggu Kepastian Pengembalian Dana

Meski skema penjaminan telah diumumkan, nasabah masih harus mengikuti proses yang ditetapkan regulator. Pembayaran tahap pertama juga belum mencakup seluruh kelompok nasabah, terutama mereka yang memiliki simpanan di atas batas 10 juta guaraní atau belum memenuhi persyaratan.

Krisis Bank Ueno turut menjadi perhatian publik karena besarnya jumlah nasabah yang terdampak. Reuters melaporkan persoalan tersebut juga memicu pertanyaan mengenai pengawasan regulator dan hubungan bank dengan sejumlah kepentingan politik di Paraguay.

BCP menyatakan prosedur resolusi akan dijalankan untuk melindungi deposan dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, nasabah masih menunggu kepastian mengenai waktu dan mekanisme akses terhadap seluruh dana yang tersimpan di Bank Ueno. (*)