Gubernur Andi Sudirman Hadiri Pelantikan Golkar Sulsel Kenakan Kemeja Kuning, Niat Gabung Golkar?

Journalist Independent
Andi Sudirman hadiri pelantikan Golkar Sulsel
Gubernur Andi Sudirman (kiri) saat menghadiri pelantikan pengurus Partai Golkar Sulsel. (dok. istimewa)

Pernyataan IAS mengenai survei dan pengukuran kekuatan figur menjadi salah satu bagian yang menarik dalam membaca arah kepemimpinannya di Golkar Sulsel. Namun, ia belum menguraikan secara spesifik apakah pendekatan tersebut juga berkaitan dengan pengukuran peluang dirinya untuk maju pada Pilgub Sulsel mendatang.

Yang jelas, IAS telah menetapkan sasaran elektoral bagi partai yang dipimpinnya. Ia menargetkan perolehan kursi DPR RI dan DPRD Sulsel masing-masing mencapai 50 persen, sementara target untuk DPRD kabupaten/kota akan dituangkan dalam pakta integritas bersama para ketua DPD II. CariPeta Wilayah

“Insya Allah pastikan apa yang menjadi bagian daripada sebuah komitmen kami dalam sebuah notak kebersamaan, nita kesepahaman yang tertuang dalam pakta integritas. Insya Allah kami akan memutihkan dan mewujudkan target perolehan DPR RI Insya Allah 50%. Target perolehan kursi DPR provinsi 50%,” kata IAS.

Target tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Golkar Sulsel. IAS dituntut membangun struktur partai yang solid sekaligus meningkatkan daya saing di setiap daerah pemilihan. Hasil konsolidasi dan capaian elektoral partai nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan posisi Golkar menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Di luar konsolidasi politik, IAS juga menyiapkan pembenahan infrastruktur partai. Ia mengungkapkan rencana renovasi sekretariat DPD I Golkar Sulsel dengan penambahan satu lantai untuk ruang pleno yang mampu menampung sekitar 200 pengurus.

Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan agar kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif tanpa harus bergantung pada penyewaan hotel setiap kali menggelar rapat besar.

IAS turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang membantu pembangunan sekretariat, di antaranya Nurdin Halid dengan bantuan Rp1 miliar dan Hamka B Kadi sebesar Rp300 juta.

“Dan salah satu yang menjadi sebuah indikator bahwa partai ini adalah partai modern. Partai yang betul-betul terbuka. Maka untuk memperlihatkan identitasnya Insya Allah kami sedang melakukan renovasi pembangunan Sekretariat Partai Golkar. Kita akan menambah satu lantai untuk membangun ruang poleno,” ujar IAS. (lam)

Baca Juga  Diduga Salah Gunakan Randis Ka. UPTD Samsat Pangkep Banyak Rekan Media, Kepala Bapenda Ditantang Copot !