Polisi Pastikan Rafli Peserta Tawuran, Asal Proyektil Masih Diselidiki

Journalist Independent
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto saat konferensi pers kasus tawuran di Makassar.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto saat menyampaikan keterangan terkait kasus tawuran yang menewaskan Rafli Ramadhani di Makassar.

MAKASSAR – Polisi memastikan Rafli Ramadhani (19), pemuda yang meninggal setelah bentrokan antarkelompok di kawasan Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, merupakan salah satu peserta tawuran.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan polisi mengetahui keberadaan Rafli beberapa jam setelah bentrokan berlangsung. Saat itu, korban sudah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut.

“Ya, mereka adalah peserta tawuran. Semua ikut tawuran di situ dan mereka diketahui setelah sekian jam, sekitar pukul 04.00 WITA itu baru diketahui ada korban meninggal dunia dan sudah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut,” kata Didik.

Rafli Dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara

Polisi kemudian membawa jenazah Rafli dari Rumah Sakit Angkatan Laut menuju Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 06.00 WITA.

Keluarga memberikan persetujuan agar polisi melakukan autopsi. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui penyebab kematian Rafli secara lebih jelas.

Didik mengatakan proses autopsi telah selesai. Hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada pihak terkait sebelum jenazah dimakamkan.

“Persetujuan dari keluarga, selanjutnya dilakukan autopsi, dan hasilnya sudah selesai, dan kemarin sudah diserahkan, kemudian langsung kalau tak salah sudah dimakamkan,” ujarnya.

Polisi Periksa Dugaan Pelanggaran SOP

Selain menyelidiki penyebab kematian Rafli, polisi juga memeriksa penanganan bentrokan oleh personel di lapangan.

Pemeriksaan itu mencakup dugaan adanya anggota kepolisian yang tidak menjalankan standar operasional prosedur atau SOP saat membubarkan tawuran.

“Nah, itu masih dalam proses penyidikan. Itulah makanya sekarang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui hal tersebut,” kata Didik.

Polisi ingin memastikan seluruh rangkaian penanganan bentrokan berjalan sesuai prosedur. Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya mengungkap kondisi yang terjadi saat Rafli mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia.

Hasil Uji Balistik Masih Ditunggu

Polisi juga masih menunggu hasil uji balistik terhadap proyektil yang berkaitan dengan kematian Rafli.

Pemeriksaan tersebut akan membantu penyidik mengetahui karakteristik proyektil, termasuk ukuran dan jenisnya.

“Nah ini yang kita tunggu uji balistiknya apa? Apakah jenis ukurannya milimeternya berapa, itu tajam atau peluru karet atau jenis lain, nanti akan ketahuan di situ,” jelas Didik.

Hasil uji balistik menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan untuk mengungkap asal proyektil yang ditemukan dalam perkara tersebut.

Keributan Kembali Terjadi Usai Pemakaman

Situasi di sekitar lokasi kembali memanas setelah prosesi pemakaman Rafli. Didik membenarkan adanya keributan antara kelompok tertentu pada Minggu malam.

Keributan tersebut terjadi beberapa ratus meter dari lokasi pemakaman. Polisi kemudian membubarkan massa untuk mencegah bentrokan meluas.

“Ya, tadi malam sempat ada juga keributan, ya, antara kelompok tersebut di sebelah TKP, tidak tepat di situ tapi ada di beberapa meter itulah, berapa 500 meter atau di mana tadi malam, dan sudah berhasil juga dibubarkan oleh pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolrestabes Makassar,” tuturnya.

Polisi Perketat Pengamanan Kawasan Rawan

Polda Sulsel bersama jajaran Polrestabes Makassar kemudian meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah yang rawan tawuran.

Personel Polda Sulsel membackup polsek-polsek di sekitar lokasi. Polisi juga meningkatkan patroli serta penggalangan oleh fungsi intelijen dan pembinaan masyarakat.

“Sekarang di Polsek juga sudah di-backup dari Polda. Di Polsek-polsek yang dekat dengan TKP yang memang itu adalah sering terjadi tawuran. Polsek masing-masing ada dua Polsek sudah ada. Kemudian patroli juga kita tingkatkan, juga penggalangan oleh intelijen maupun dari Binmas juga kita laksanakan,” tegas Didik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi sekaligus menjaga situasi keamanan di kawasan Tallo dan sekitarnya.

Polisi juga masih menghitung kerugian akibat perusakan posko pengamanan dalam rangkaian keributan tersebut.

“Sementara masih ditaksir dulu. Yang jelas itu masih kemarin adalah kerusakan dibakar, kemudian juga ada pelemparan,” tutupnya. (*)