WNA Australia Ditemukan Meninggal Usai Berenang di Laut Dermaga Kayu Bangkoa

Journalist Independent
Korban WNA Australia saat berada di Rumah Sakit Stella Maris Makassar setelah dievakuasi dari perairan Dermaga Kayu Bangkoa, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Korban WNA Australia saat berada di Rumah Sakit Stella Maris Makassar setelah dievakuasi dari perairan Dermaga Kayu Bangkoa, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

JournalistIndependent, MAKASSAR – Seorang perempuan warga negara Australia, Clarissa Lousie Jane (57), meninggal dunia setelah ditemukan mengapung tanpa sadarkan diri saat berenang di sekitar Dermaga Kayu Bangkoa, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/11/2026) sore.

Korban sempat dievakuasi oleh rekannya dan dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, perempuan kelahiran Subiaco, Australia, 14 Juli 1969, tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan adanya peristiwa meninggalnya perempuan berkewarganegaraan Australia tersebut.

Arya mengatakan, berdasarkan informasi awal, korban diduga hendak berenang di kawasan Dermaga Kayu Bangkoa sebelum ditemukan mengapung dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Terkait penanganan lebih lanjut, kepolisian masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban. Keputusan mengenai proses pemakaman maupun lokasi peristirahatan terakhir Clarissa juga akan diserahkan kepada keluarga.

“Untuk saat ini kita menunggu keluarga korban, termasuk dimakamkan di mana kita tunggu keputusan keluarga,” kata Arya, Jumat (6/11/2026).

Peristiwa itu bermula ketika Clarissa mendatangi kawasan Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa bersama rekannya, Paris Sugianto (43), sekitar pukul 14.30 Wita. Keduanya diketahui datang ke lokasi untuk berenang di laut.

Setelah tiba di dermaga, Clarissa langsung menuju perairan yang berada di sebelah kanan dermaga.

Sementara itu, Paris berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya menerima informasi mengejutkan dari seorang warga.

Warga tersebut memberitahukan bahwa rekannya terlihat mengapung di permukaan laut tanpa menunjukkan pergerakan.

“Saat korban sedang berenang, seorang warga tiba-tiba memberitahu Paris bahwa rekannya terlihat mengambang di permukaan laut tanpa bergerak,” ungkap Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad.

Mendapatkan informasi tersebut, Paris langsung bergegas menyelamatkan Clarissa dengan terjun ke laut. Setelah berhasil membawa korban ke tepi pantai, dia meminta bantuan warga untuk mengangkat perempuan tersebut ke daratan.

Baca Juga  Demo Mahasiswa Unhas 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Ricuh, Sepeda Listrik Dibakar

Saat berhasil dievakuasi, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Paris kemudian berupaya mencari pertolongan dengan membawa Clarissa menuju Rumah Sakit Stella Maris menggunakan becak motor (bentor).

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi korban sempat menunjukkan respons. Bahkan, ketika tiba di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Clarissa masih sempat batuk satu kali.

“Saksi mengatakan saat tiba di depan IGD, korban masih sempat batuk satu kali. Saksi kemudian meminta bantuan petugas keamanan rumah sakit,” jelasnya.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Korban tiba di Rumah Sakit Stella Maris sekitar pukul 15.40 Wita dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Petugas rumah sakit kemudian membawa Clarissa ke ruang IGD untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban dipastikan telah meninggal dunia.

“Diduga korban meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.

Dari hasil keterangan awal yang dihimpun kepolisian, Clarissa diduga memiliki riwayat gangguan pernapasan. Informasi tersebut disampaikan Paris kepada petugas saat memberikan keterangan terkait kejadian yang menimpa rekannya.

“Pengakuan saksi yang merupakan rekan korban, korban memang memiliki riwayat sesak napas,” pungkasnya. (MA)