Kapolda Sulsel Tekankan Sinergi Warga, Layanan 110 Harus Responsif

Journalist Independent
Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin saat melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi bersama jajaran Polres Maros serta tokoh masyarakat.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin saat melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi bersama jajaran Polres Maros serta tokoh masyarakat.

Journalisti Independent, MAROS – Keamanan bukan semata-mata tugas polisi. Kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan juga menjadi kunci mencegah gangguan kamtibmas. Pesan itu ditekankan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin saat berkunjung ke Polres Maros, Rabu (4/11/2026).

Di hadapan jajaran kepolisian dan sejumlah tokoh masyarakat, Awal meminta sinergi antara Polri dan masyarakat tidak berhenti pada seremoni. Kerja sama tersebut harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, komunikasi yang terbuka, serta keberanian melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan Ny. Dewi Awal Chairuddin. Kedatangan rombongan disambut Kapolres Maros AKBP Devi Sujana melalui prosesi adat pengalungan salempang sarung, dilanjutkan jajar kehormatan oleh personel Polres Maros.

Narkoba hingga Konflik Kelompok Jadi Perhatian

Usai penyambutan, Kapolda mengikuti kegiatan silaturahmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta personel Polres Maros.

Dalam arahannya, Awal menyoroti tantangan keamanan yang semakin kompleks. Penyalahgunaan narkoba, kejahatan jalanan, perselisihan antarkelompok, hingga potensi konflik sosial menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurutnya, kepolisian tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Langkah pencegahan, deteksi dini, dan keterlibatan masyarakat harus berjalan beriringan agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Layanan 110 Diminta Cepat Merespons

Selain mengajak masyarakat terlibat menjaga keamanan, Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap layanan Kepolisian 110.

Baca Juga  Rektor Unhas Dorong Pusat Studi Kepolisian Fokus Atasi Pengeboman Ikan

Ia meminta jajaran Polres Maros memastikan layanan tersebut benar-benar berfungsi sebagai saluran pengaduan yang mudah diakses masyarakat, terutama ketika menghadapi gangguan keamanan maupun keadaan darurat.

Setiap laporan yang masuk, kata dia, harus mendapat respons cepat dan penanganan profesional. Keberadaan polisi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya terlihat ketika melakukan kegiatan seremonial.

“Saya minta layanan 110 benar-benar dioptimalkan. Setiap laporan masyarakat harus direspons dengan cepat dan ditindaklanjuti secara profesional. Kehadiran Polri harus dapat dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka membutuhkan bantuan kepolisian,” ujarnya.

Polda Sulsel, lanjut Awal, terus memperkuat pemeliharaan keamanan melalui patroli dialogis, deteksi dini intelijen, peningkatan peran Bhabinkamtibmas, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

Upaya tersebut juga membutuhkan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Bawa Semangat EWAKO dan Kearifan Lokal

Dalam kesempatan itu, Awal turut mengingatkan jajarannya untuk menjalankan semangat EWAKO. Nilai tersebut merupakan singkatan dari Empati dalam melayani, Waspada dalam menjaga kamtibmas, Adil dalam penegakan hukum, dan Kolaboratif dalam penyelesaian permasalahan.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda menghidupkan kembali nilai kearifan lokal Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan sosial yang saling menghormati, menghargai, dan mengingatkan satu sama lain.

“Saya berharap para tokoh masyarakat dapat terus menjadi mitra Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Mari kita hidupkan nilai-nilai kearifan lokal Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, serta bersama-sama mencegah berkembangnya konflik maupun perilaku negatif di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kepada seluruh personel Polres Maros, Kapolda berpesan agar tidak berhenti meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Polisi harus hadir sebagai sosok yang humanis, responsif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sulsel Bakal Beri Wajah Baru Proses Pengambilan SIM

“Mari menjadi polisi yang humanis, responsif, dan solutif. Bangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang tulus, kehadiran yang dirasakan, serta tindakan nyata dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Menutup arahannya, Awal mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Maros yang aman, damai, dan kondusif.

Ia menegaskan, keamanan menjadi fondasi penting pembangunan daerah. Karena itu, tanggung jawab menjaganya harus dipikul bersama.

“Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kita hadir untuk melindungi, melayani, dan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan dan terus perkuat sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutupnya. (*)