Journalist Independent.com, MAMUJU – Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming berkunjung ke Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (2/11/2026). Gibran dikabarkan tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 05.55 WIB dan segera masuk ke pesawat menuju Mamuju, Sulbar.
Di Sulbar, Gibran diagendakan melakukan sejumlah kegiatan. Agenda utama Gibran menghadiri peringatan 100 tahun Injil masuk tanah Kalumpang, di Kabupaten Mamuju.
Gibran juga dijadwalkan mengecek langsung progres dan fasilitas di RSUD Kondosapata, Kabupaten Mamasa.
RSUD Kondosapata merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama di Mamasa yang diperbaiki atas instruksi langsung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, saat melawat ke wilayah tersebut pada 23 April 2024.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil, sebelumnya mengonfirmasi kesiapan penanganan rute kunjungan Wapres di dua kabupaten tersebut.
“Kami bersama seluruh instansi terkait terus mematangkan persiapan, mulai dari kesiapan lokasi di Kalumpang hingga infrastruktur penunjang di Mamasa, termasuk RSUD Kondosapata demi kelancaran kunjungan Bapak Wakil Presiden,” kata Murdanil saat mendampingi Gubernur Sulbar di Kalumpang, Sabtu (31/10/2026).
Selain RSUD Kondosapata, Gibran juga dijadwalkan meninjau fasilitas pendidikan di SMAN 1 Mamasa setelah mendarat di helipad Lapangan Lambanan.
Rangkaian pengamanan ketat dari unsur TNI-Polri dan Pemprov Sulbar disiagakan di sepanjang rute untuk memastikan seluruh agenda kenegaraan berjalan lancar.
Gibran dijadwalkan akan mengunjungi Mamasa dan Mamuju, Sulbar.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming menerima audiensi pengurus Majelis Pekerja Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode GKSB Pendeta Mardi Tamandalan menyampaikan undangan kepada Wapres untuk menghadiri peringatan satu abad Injil masuk Tanah Kalumpang, Sulawesi Barat.
Menurutnya, kehadiran Wapres dalam peringatan tersebut dapat memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Beberapa kegiatan yang kami harapkan dapat dilakukan oleh Wapres di sana. Yang pertama tentu pidato moderasi beragama. Yang kedua, penanaman pohon,” papar Mardi dalam keterangannya usai pertemuan.
Mardi menjelaskan, kegiatan menanam pohon ini sejalan dengan kepedulian Wapres terhadap kelestarian lingkungan dan penanganan dampak bencana.
Hal ini juga sejalan dengan komitmen gereja dalam menjaga kelestarian alam melalui program penanaman pohon buah-buahan, terutama di tengah kekeringan dan musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada kondisi hutan.
“Ya, mengingat akhir-akhir ini kita mengalami kekeringan, musim kemarau berkepanjangan, El Nino, membuat pohon di hutan-hutan itu banyak yang mati, dan kemudian di gereja kami memang ada program penanaman pohon buah-buahan,” demikian Mardi. (lam)






