Journalist Independent.com, JAKARTA – Front Persaudaraan Islam (FPI) menegaskan menolak keras penyelenggaraan konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. FPI juga mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak keras konser tersebut.
Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad Alatas, mengatakan MUI telah mengambil posisi terdepan dalam menyuarakan penolakan terhadap konser tersebut. Ia menila, sikap tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga marwah bangsa sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurutnya, langkah MUI merupakan bentuk nyata dalam menjaga kehormatan bangsa dan menjalankan amanat konstitusi Republik Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan di dunia.
“Kami yang pertama ingin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia yang tetap konsisten untuk mengawal negeri ini di dalam menjaga marwah bangsa,” ujar Habib Muhammad Alatas di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Habib Muhammad Alatas menegaskan, penolakan yang disampaikan FPI bersama MUI bukan didasari sikap anti terhadap pertunjukan musik maupun penyelenggaraan konser di Indonesia.
Ia menjelaskan, keberatan tersebut berkaitan dengan dugaan dukungan dan bantuan Andrea Bocelli kepada tentara pendudukan “Israel” atau “Israel” Defense Forces (IDF).
“Kami pahami bahwa penolakan kita bukan soal konser musik. Penolakan kita murni bahwa Bocelli ini fix memberikan bantuan ke IDF. Kalau bicara penolakan konser, banyak konser di Jakarta tidak kita usir. Tapi konser ini, unsur pembelaan dia terhadap Zionis itu menjadi sangat nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Habib Muhammad Alatas meyakini, peluang pembatalan konser Andrea Bocelli di Indonesia masih terbuka. Habib Muhammad Alatas mengungkapkan, pihaknya bersama puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) di berbagai daerah telah melakukan konsolidasi dan menggalang gerakan penolakan.
“Di Jawa Tengah, misalnya, sebanyak 54 ormas disebut telah menyatakan sikap menolak konser tersebut. Bahkan, kelompok-kelompok tersebut telah melayangkan surat resmi kepada Kapolri hingga menyampaikan aspirasi yang ditujukan ke Istana Negara,” ungkap Habib Muhammad Alatas.
Selain di Jawa Tengah, konsolidasi juga dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk oleh FPI DKI Jakarta dan FPI DPD Jawa Tengah.
Mereka merencanakan aksi damai di beberapa titik strategis, di antaranya di depan Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lokasi penyelenggaraan konser.
Habib Muhammad Alatas juga mengingatkan, Kementerian Pariwisata, kementerian terkait, serta promotor Showmaker Live agar tidak mengabaikan persoalan kemanusiaan hanya demi mengejar keuntungan finansial.
Menurutnya, penyelenggaraan sebuah acara hiburan seharusnya tetap mempertimbangkan aspek moral, kemanusiaan, dan solidaritas internasional. Ia menegaskan FPI siap mendukung sikap serta keputusan yang diambil MUI terkait persoalan tersebut.
FPI bahkan menyatakan kesiapannya berada di barisan terdepan apabila nantinya diperlukan aksi massa gabungan bersama berbagai ormas Islam untuk menyuarakan penolakan.
“Sehingga kami dalam setiap aksi, baik di Jawa Tengah maupun di Jakarta ke depan, kami selalu membawa syiar membela sikap Majelis Ulama Indonesia,” tukas Habib Muhammad Alatas.






