Kursi Wakil Bupati Gowa Mulai Diperebutkan, Nama Rismawati, Kasim Sila dan Hasrul Muncul

Journalist Independent
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melantik Darmawangsyah Muin sebagai Bupati Gowa di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (28/10/2026). (Ist)
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melantik Darmawangsyah Muin sebagai Bupati Gowa di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (28/10/2026). (Ist)

Journalist Independent, GOWA – Pelantikan Darmawangsyah Muin sebagai Bupati Gowa membuka babak baru dalam konfigurasi politik pemerintahan daerah tersebut.

Belum sehari menduduki kursi bupati, perhatian politikus partai koalisi mulai tertuju pada posisi Wakil Bupati Gowa yang masih kosong.

Tiga nama mencuat dalam bursa calon pendamping Darmawangsyah, yakni Kasim Sila dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rismawati Kadir Nyampa dari Partai Demokrat, dan Hasrul Abdul Rajab dari Partai Gerindra.

Meski sejumlah figur mulai diperbincangkan, proses penentuan wakil bupati belum memasuki tahap resmi. Darmawangsyah mengaku belum membahas kandidat bersama partai-partai pengusung yang mendukungnya dalam kontestasi politik sebelumnya.

“Belum kita bahas, kita kan baru dilantik hari ini,” ujar Darmawangsyah Muin di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Rabu (28/10/2026).

Darmawangsyah menegaskan akan menjalin komunikasi terlebih dahulu dengan seluruh partai koalisi sebelum membicarakan nama calon pendampingnya. Menurut dia, pembahasan tersebut membutuhkan koordinasi karena koalisi pengusung terdiri atas sejumlah partai dengan kekuatan politik berbeda.

Partai-partai yang mendukung Darmawangsyah meliputi Gerindra dengan delapan kursi, PAN enam kursi, Golkar empat kursi, Demokrat empat kursi, PKS dua kursi, PDIP satu kursi, Perindo satu kursi, dan Hanura. Komunikasi antarkekuatan politik itu akan menjadi bagian penting dalam menentukan kandidat yang berpeluang mengisi jabatan wakil bupati.

“Saya harus komunikasi dengan partai pengusung, kemudian banyak hal harus kita bicarakan,” ujarnya.

Darmawangsyah Buka Peluang PAN

Saat ditanya mengenai figur yang mulai muncul dalam bursa, Darmawangsyah tidak menutup peluang bagi nama-nama yang beredar. Ia menilai para kandidat merupakan tokoh yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Gowa.

“Semua hebat-hebat, artinya pasti putra-putri terbaik Gowa. Itulah yang kita inginkan,” katanya.

Baca Juga  KPU Buka Dokumen soal Pasal Gibran, Benarkah Ada Pasal Diselundupkan?

Darmawangsyah juga belum memastikan partai mana yang akan memperoleh kesempatan mengisi posisi wakil bupati. Ia meminta publik menunggu perkembangan komunikasi politik yang akan berlangsung di antara partai pengusung.

“Nantilah kita lihat. Pastinya sudah ada pembicaraan-pembicaraan,” tambah mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan tersebut.

Ketika mendapat pertanyaan khusus mengenai peluang PAN, Darmawangsyah memberikan jawaban yang membuka kemungkinan kader partai tersebut masuk dalam proses penentuan.

“Mungkin, kemungkinan besar,” jawabnya.

Pernyataan itu belum memastikan PAN akan mendapatkan kursi wakil bupati. Partai-partai koalisi masih perlu membangun kesepakatan sebelum mengajukan kandidat sesuai mekanisme yang berlaku.

Darmawangsyah berharap dapat memperoleh pendamping yang mampu bekerja sama menjalankan pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah.

“Doakan saja saya mendapatkan wakil terbaik yang bisa membantu saya membangun Gowa,” ujarnya.

Gerindra Serahkan Penentuan kepada Partai Koalisi

Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, turut menanggapi kekosongan jabatan Wakil Bupati Gowa. Ia menegaskan bahwa penentuan kandidat harus mengikuti mekanisme partai pengusung dan proses pemilihan di DPRD.

Menurut Andi Iwan, partai-partai koalisi memiliki peran dalam mengusulkan calon sebelum DPRD menjalankan tahapan pemilihan melalui rapat paripurna. Ia belum mengungkapkan nama yang berpotensi memperoleh dukungan Gerindra.

“Wakil kita serahkan mekanismenya, nanti akan diusung oleh partai pengusung dan akan dipilih dalam Paripurna DPRD,” ujar Andi Iwan.

Ketika ditanya apakah Gerindra berpeluang menempatkan kadernya sebagai wakil bupati, ia memberikan jawaban singkat yang menekankan pentingnya berbagi peran dalam koalisi.

“Berbagi itu bagus,” katanya.

Pernyataan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa Gerindra telah mengusulkan Hasrul Abdul Rajab atau kader tertentu lainnya. Proses komunikasi dan kesepakatan ant arpartai masih menjadi tahapan yang perlu dilalui.

Baca Juga  12 Kepala Daerah Berlabel Gerindra, Begini Peta Kekuatan Partai di Sulsel hingga Senayan

Rismawati Demokrat Siap Jika Mendapat Amanah

Nama Rismawati Kadir Nyampa juga menarik perhatian karena ia menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Gowa dan pernah menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan. Ia sebelumnya pernah menjadi calon wakil bupati yang mendampingi Darmawangsyah sebelum akhirnya Darmawangsyah berpasangan dengan Husniah Talenrang pada Pilkada Gowa 2024.

Rismawati menilai penentuan wakil bupati harus mengikuti aturan perundang-undangan serta melibatkan partai-partai pengusung. Ia menyebut koalisi perlu menyepakati kandidat melalui proses yang berlaku sebelum nama calon dibawa ke DPRD.

“Prinsipnya, sudah ada aturannya dalam undang-undang bahwa untuk pengusungan calon wakil itu dikembalikan ke partai pengusung,” kata Rismawati.

Ia menegaskan Demokrat Gowa belum membahas kandidat secara internal karena tahapan resmi belum dimulai. Partainya akan melakukan pembahasan melalui konsolidasi dan pleno DPC ketika mekanisme penentuan calon berjalan.

“Untuk di Partai Demokrat sendiri, karena belum masuk mekanisme, kami belum membicarakan itu secara internal. Nanti ketika masuk dalam mekanisme, kami akan membahas secara internal dan melalui pleno di DPC,” jelasnya.

Rismawati juga mengatakan belum ada pertemuan atau rapat ant arpartai pengusung yang secara khusus membahas calon wakil bupati. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan siapa yang akan memperoleh dukungan.

“Pikir santai-santai saja, karena Partai Demokrat adalah salah satu partai pengusung yang ada dalam koalisi. Tentu semua partai koalisi memiliki hak yang sama, pun sama dengan Partai Demokrat,” ujarnya.

Meski belum ada kepastian, Rismawati menyatakan siap apabila mendapat amanah untuk mendampingi Darmawangsyah memimpin Gowa.

“Ya, tentu kalau diberikan amanah harus siap,” tegasnya.

Penentuan Wakil Bupati Menunggu Kesepakatan

Rismawati menekankan bahwa proses penentuan kandidat masih membutuhkan konsolidasi internal masing-masing partai, dilanjutkan komunikasi dengan seluruh anggota koalisi. Setelah tahapan tersebut berjalan, partai-partai pengusung dapat membicarakan nama yang akan diajukan.

Baca Juga  Mendagri Paparkan Kinerja Kemendagri hingga September 2026, Anggaran Terserap 63,54 Persen

“Saya kira kita belum sampai dalam tahapan penentuan siapa wakil. Yang jelas, sekarang kita sedang melakukan konsolidasi internal. Setelah itu tentu akan dilakukan komunikasi dengan partai-partai koalisi, kemudian kita lihat kelanjutannya seperti apa,” pungkasnya.

Dengan demikian, Kasim Sila, Rismawati Kadir Nyampa, dan Hasrul Abdul Rajab masih berada pada tahap nama yang diperbincangkan. Belum ada keputusan resmi mengenai calon Wakil Bupati Gowa. Arah koalisi dan kesepakatan partai pengusung akan menjadi faktor penting sebelum proses pemilihan berlangsung di DPRD. (*)