Journalist Independent, YAHUKIMO — Dua peristiwa penikaman terhadap warga sipil dalam rentang beberapa hari kembali menjadi perhatian aparat keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Setelah seorang tenaga honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai mengalami luka tusuk pada 23 Oktober 2026, seorang pria berinisial H, 35 tahun, kembali menjadi korban serangan senjata tajam di Distrik Dekai pada 27 Oktober 2026.
Polisi kini menyelidiki kedua kasus tersebut, termasuk dugaan keterkaitan pelaku dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.
Kasus terbaru menimpa H ketika mendatangi sebuah kios di Jalan Sosial Kali Bonto, Distrik Dekai, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIT. Korban datang untuk melakukan transfer uang. Namun, setelah menyelesaikan transaksi dan hendak berdiri, seseorang yang belum diketahui identitasnya diduga menyerangnya dari belakang menggunakan benda tajam.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, mengatakan serangan tersebut menyebabkan luka pada bagian punggung kanan korban. Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan motif penikaman.
“Polisi menyelidiki kasus penganiayaan berat berupa penikaman terhadap seorang warga sipil berinisial H,” ujar Andria dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Setelah mengalami serangan, H berteriak meminta pertolongan dan berlari menuju rumah. Seorang saksi kemudian menemukan korban dalam kondisi terluka dan segera membawanya ke RSUD Dekai untuk memperoleh penanganan medis. Menurut keterangan awal kepolisian, korban masih sadar ketika tiba di rumah sakit.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah satu orang. Setelah menyerang korban, pelaku melarikan diri ke arah permukiman Jalur I, Distrik Dekai.
Penyidik masih menelusuri identitas orang yang menyerang H. Aparat juga mendalami kemungkinan hubungan kejadian tersebut dengan aktivitas KKB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Kopi Tua Heluka. Meski demikian, polisi belum memastikan keterlibatan kelompok tersebut dalam penikaman terbaru.
Tenaga Honorer RSUD Dekai Juga Menjadi Korban
Sebelum penikaman terhadap H, warga Yahukimo lebih dahulu menghadapi kasus serupa yang menimpa LM, 32 tahun. Korban bekerja sebagai tenaga honorer pada bagian Radiologi RSUD Dekai. Dua orang tidak dikenal menyerangnya menggunakan senjata tajam di belakang sebuah kios di kawasan Perumahan Guru SMA Negeri 1 Dekai, Jumat (23/10/2026), sekitar pukul 19.30 WIT.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa LM sedang duduk di bagian belakang kios ketika dua orang mendekatinya dan melakukan penyerangan. Pelaku diduga menyerang dari sisi kiri dan belakang korban hingga menyebabkan dua luka tusuk, masing-masing di punggung kanan dan perut kiri.
“Korban sedang duduk di bagian belakang kios ketika tiba-tiba diserang menggunakan senjata tajam oleh dua orang tidak dikenal,” kata Yusuf dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Kondisi lingkungan yang minim pencahayaan akibat pemadaman listrik turut menjadi bagian dari keterangan awal mengenai kejadian tersebut. Saat menerima serangan, LM sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha melawan. Kedua pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi.
Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Mereka segera mendatangi lokasi dan membawa LM ke RSUD Dekai. Saat perjalanan menuju rumah sakit, senjata tajam yang diduga digunakan pelaku masih tertancap di punggung kanan korban.
“Saat dibawa ke rumah sakit, senjata tajam yang diduga digunakan pelaku masih tertancap di punggung kanan korban. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini kondisinya sudah stabil,” papar Yusuf.
Polisi Kumpulkan Bukti dan Telusuri Identitas Pelaku
Dalam penyelidikan kasus LM, aparat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyerangan, yakni satu gagang senjata tajam dan sepasang sandal. Polisi juga menggali keterangan saksi serta mendalami ciri-ciri orang yang diduga menyerang korban.
Yusuf menyebut penyidik memperoleh informasi awal mengenai kemungkinan hubungan para pelaku dengan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Namun, aparat belum menetapkan dugaan tersebut sebagai kesimpulan akhir. Polisi masih membutuhkan bukti dan hasil penyidikan untuk memastikan identitas serta latar belakang para pelaku.
“Berdasarkan pendalaman awal, kami telah memperoleh informasi mengenai ciri-ciri para pelaku yang diduga memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka,” tuturnya.
Ia menegaskan, “Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan. Kami bersama Polres Yahukimo terus melakukan penyidikan dan pengembangan untuk mengungkap identitas serta menangkap para pelaku.”
Kepolisian juga meminta masyarakat membantu proses pengungkapan perkara dengan menyampaikan informasi yang relevan kepada petugas. Keterangan warga dapat membantu penyidik menelusuri pergerakan pelaku dan memperjelas rangkaian kejadian.
“Dalam kejadian ini, korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai tenaga honorer di bagian Radiologi RSUD Dekai. Kami menilai aksi kekerasan seperti ini merupakan bentuk teror terhadap masyarakat sipil,” jelas Yusuf.
Dugaan Keterlibatan KKB Masih Didalami
Dua kasus penikaman tersebut memiliki kesamaan berupa serangan terhadap warga sipil di Distrik Dekai dan pelaku yang belum terungkap identitasnya.
Meski demikian, polisi masih menangani setiap kejadian berdasarkan bukti dan keterangan yang tersedia. Belum ada kepastian bahwa kedua penyerangan dilakukan oleh pelaku yang sama atau memiliki hubungan langsung.
Aparat Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, motif, dan kemungkinan keterlibatan kelompok bersenjata. Polisi belum mengumumkan penangkapan tersangka dalam kedua kasus tersebut.
Pengungkapan perkara menjadi penting untuk memastikan pertanggungjawaban pelaku sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Hingga penyidik memperoleh bukti yang cukup, dugaan keterlibatan KKB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka tetap menjadi bagian dari penyelidikan, bukan kesimpulan yang telah terbukti. (*)






