Journalist Independent, JAKARTA — Penilaian masyarakat terhadap kinerja menteri di Kabinet Merah Putih memperlihatkan perbedaan angka yang cukup lebar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam survei Indonesia Political Opinio (IPO) dengan perolehan 33 persen, unggul dari sejumlah pejabat lain yang juga masuk dalam lima besar.
Hasil survei yang berlangsung pada 12-20 Oktober 2026 itu menempatkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di urutan kedua dengan angka 25,2 persen. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berada di posisi ketiga dengan 24,5 persen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyusul dengan 21,8 persen. Adapun Menteri Kebudayaan Fadli Zon melengkapi lima besar setelah memperoleh 20,5 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa lima nama teratas dalam survei IPO mencatatkan penilaian di atas 20 persen. Namun, hasil ini merupakan gambaran pilihan responden terhadap menteri yang dinilai bekerja paling baik, bukan ukuran menyeluruh atas pencapaian setiap kementerian.
Andi Amran Sulaiman Unggul dalam Penilaian Responden
IPO menyusun survei dengan mengajukan pertanyaan kepada responden mengenai menteri yang menurut mereka memiliki kinerja terbaik. Pertanyaan yang digunakan berbunyi, “Menurut Bapak, Ibu, nama-nama Menteri manakah di bawah ini yang bekerja paling baik?”
Dari pertanyaan tersebut, Andi Amran Sulaiman memperoleh angka tertinggi, yakni 33 persen. Posisi ini menempatkannya sebagai nama yang paling banyak dipilih responden dalam daftar penilaian kinerja menteri yang diuji.
Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi berikutnya dengan selisih 7,8 poin persentase dari Amran. Sementara itu, jarak antara AHY dan Zulkifli Hasan hanya 0,7 poin persentase. Kedekatan angka tersebut membuat persaingan pada posisi kedua dan ketiga terlihat lebih rapat dibandingkan jarak antara peringkat pertama dan kedua.
Bahlil Lahadalia dan Fadli Zon juga mencatatkan angka yang relatif berdekatan. Selisih penilaian keduanya mencapai 1,3 poin persentase. Meski demikian, seluruh angka tersebut perlu dibaca sebagai hasil pengukuran pada periode survei, bukan sebagai penilaian permanen terhadap kinerja para pejabat.
Survei ini tidak secara langsung menjelaskan alasan responden memilih masing-masing menteri. Karena itu, angka yang diperoleh setiap nama belum cukup untuk menyimpulkan faktor tertentu sebagai penyebab tingginya atau rendahnya penilaian masyarakat.
Sugiono dan Erick Thohir Masuk Kelompok Berikutnya
Di bawah lima besar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Sugiono tercatat memperoleh 16,1 persen dalam daftar hasil yang dirilis. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyusul dengan 13,8 persen, sedangkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperoleh 12 persen.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mencatatkan angka 10,3 persen. Setelah itu, persentase penilaian turun cukup tajam ketika memasuki kelompok menteri dengan angka satu digit.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memperoleh 5,9 persen. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mencatatkan 4,6 persen, sedangkan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memperoleh 4,3 persen.
Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mendapat 2,8 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperoleh 2,5 persen.
Dua nama lainnya, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, masing-masing mencatatkan 2,1 persen.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mendapat 1,5 persen. Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga tercatat sebesar 1,5 persen.
Daftar Lengkap Penilaian Kinerja Menteri Versi IPO
Sejumlah menteri lainnya memperoleh angka di bawah dua persen. Berikut daftar hasil survei berdasarkan persentase yang tercantum dalam data IPO:
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman: 33,0 persen
- Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono: 25,2 persen
- Menko Pangan Zulkifli Hasan: 24,5 persen
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: 21,8 persen
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon: 20,5 persen
- Menko PMK Sugiono: 16,1 persen
- Menpora Erick Thohir: 13,8 persen
- Mendagri Tito Karnavian: 12,0 persen
- Menteri Agama Nasaruddin Umar: 10,3 persen
- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid: 5,9 persen
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana: 4,6 persen
- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf: 4,3 persen
- Menko Hukum dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra: 2,8 persen
- Menko Ekonomi Airlangga Hartarto: 2,5 persen
- Menko Polkam Dudung Abdurachman: 2,1 persen
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti: 2,1 persen
- Menteri Desa Yandri Susanto: 1,5 persen
- Menteri UMKM Maman Abdurrahman: 1,3 persen
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf: 1,5 persen
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin: 1,3 persen
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: 1,3 persen
- Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani: 1,2 persen
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi: 1,0 persen
- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas: 1,0 persen
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto: 1,0 persen
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni: 0,9 persen
- Menteri Keuangan Suahasil Nazara: 0,9 persen
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo: 0,5 persen
- Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono: 0,5 persen
- Menteri HAM Natalius Pigai: 0,5 persen
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait: 0,5 persen
Metodologi dan Cakupan Survei
IPO melaksanakan penelitian pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Lembaga tersebut menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertahap.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen. Metode tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran penilaian responden terhadap kinerja para menteri dalam lingkup nasional.
Meski demikian, hasil survei perlu dipahami sesuai pertanyaan yang diajukan dan periode pengumpulan data. Penilaian terhadap menteri yang dianggap bekerja paling baik tidak otomatis menggambarkan tingkat kepuasan terhadap seluruh kebijakan pemerintah ataupun keberhasilan setiap kementerian dalam mencapai target program.
Perolehan angka masing-masing menteri juga tidak dapat langsung disamakan dengan persentase masyarakat yang puas terhadap pemerintah secara keseluruhan. Keduanya mengukur hal yang berbeda.
Hasil survei IPO Oktober 2026 pada akhirnya memberikan gambaran mengenai nama-nama menteri yang paling banyak dipilih responden ketika diminta menilai kinerja anggota Kabinet Merah Putih.
Andi Amran Sulaiman berada di urutan pertama, sedangkan AHY dan Zulkifli Hasan menempati posisi kedua dan ketiga dengan selisih angka yang tipis. (*)






