Elektabilitas Golkar Tembus 10,4 Persen, Sarmuji Singgung Peluang Menuju Pemilu 2029

Journalist Independent
Elektabilitas Golkar Tembus 10,4 Persen, Sarmuji Singgung Peluang Menuju Pemilu 2029
M Sarmuji

JAKARTA – Partai Golkar mencatat elektabilitas 10,4 persen dalam survei nasional Poltracking Indonesia yang mengukur peta dukungan terhadap partai politik pada Agustus 2026.

Capaian tersebut menempatkan Golkar di urutan ketiga dalam simulasi pemilihan partai, di bawah Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menilai hasil survei tersebut menunjukkan perkembangan dukungan terhadap partainya jika dibandingkan dengan periode dua tahun setelah Pemilu 2019.

Sarmuji merujuk hasil survei Poltracking pada Agustus 2022 yang mencatat elektabilitas Golkar sebesar 9,5 persen. Dalam survei terbaru, angka tersebut mencapai 10,4 persen.

Menurutnya, Golkar masih memiliki waktu untuk memperluas dukungan masyarakat menjelang Pemilu 2029.

“Survei Poltracking pada Agustus 2022 Golkar di angka 9,5 persen. Masih cukup waktu bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik untuk rakyat, masih cukup waktu untuk mendekati hati pemilih,” ujar Sarmuji, Senin (29/8/2026).

Ia juga menyebut setiap periode pemilu menghadirkan tantangan yang berbeda sehingga partai perlu menyesuaikan pendekatan dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

“Setiap periode tantangannya berbeda, pasti ada pendekatan yang berbeda,” katanya.

Elektabilitas Golkar dalam Survei Poltracking Agustus 2026

Survei nasional Poltracking Indonesia mengukur elektabilitas 18 partai politik melalui simulasi pemilihan umum. Hasilnya menempatkan Gerindra di angka 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik berdasarkan simulasi tersebut:

  1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 23,2 persen
  2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 11,6 persen
  3. Partai Golongan Karya (Golkar): 10,4 persen
  4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 6,2 persen
  5. Partai Demokrat: 6,1 persen
  6. Partai NasDem: 4,4 persen
  7. Partai Amanat Nasional (PAN): 3,4 persen
  8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 3,3 persen
  9. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 2,3 persen
  10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 1,9 persen
  11. Partai Persatuan Indonesia (Perindo): 0,6 persen
  12. Partai Buruh: 0,5 persen
  13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): 0,3 persen
  14. Partai Ummat: 0,1 persen
  15. Partai Bulan Bintang (PBB): 0,1 persen
  16. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda): 0,1 persen
  17. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,1 persen
  18. Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora): 0,1 persen

Sementara itu, sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Metode Survei Poltracking Indonesia

Poltracking Indonesia melaksanakan survei nasional pada 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Hasil survei tersebut menggambarkan elektabilitas partai politik berdasarkan pengumpulan data pada Agustus 2026. Angka tersebut bukan hasil pemungutan suara dan tidak menggambarkan hasil Pemilu 2029. (Why)