255 Siswa Keracunan MBG, SPPG Bener Kaliboto 2 Purworejo Ditutup Sementara

PURWOREJO — Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Purworejo menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bener Kaliboto 2. Penghentian dilakukan setelah 255 siswa diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG.

Sekda sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Purworejo, Suranto, membenarkan kejadian tersebut. Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian mengambil langkah penghentian sementara operasional SPPG untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami dari satgas kemarin sudah mengambil tindakan tegas sesuai SOP. Dari pemerintah, dari BGN, sudah mengeluarkan surat penghentian sementara untuk SPPG Purworejo, Kaliboto 2 ini untuk menghentikan operasional,” ujar Suranto kepada kumparan, Selasa (22/9).

Yayasan Diminta Bertanggung Jawab

Selain menghentikan kegiatan operasional dapur, Satgas MBG Purworejo meminta pengelola yayasan dan SPPG Bener Kaliboto 2 bertanggung jawab terhadap siswa yang terdampak.

“Pihak dapur dan yayasan harus bertanggung jawab terhadap yang terdampak,” tegas dia.

Suranto menjelaskan, sejumlah siswa mulai mengalami gejala seperti mual dan diare pada Jumat (18/9). Sehari sebelumnya, para siswa menerima menu MBG berupa ayam taliwang.

Menurutnya, siswa yang diduga mengalami keracunan berasal dari sejumlah jenjang pendidikan.

“Diduga (keracunan 255 orang) kalau siswanya itu ada yang dari TK, PAUD, SD. Memang yang banyak TK, PAUD, dan SD. SMP kalau saya belum dengar,” ungkap dia.

Sampel Makanan dan Air Diuji di Laboratorium

Pemerintah belum memastikan penyebab para siswa mengalami gejala keracunan. Untuk mengetahui sumber masalah, petugas telah mengambil sampel makanan dan air yang digunakan dalam proses penyediaan MBG.

Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium di Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan.

“Kejadian ini sedang diuji. Sampelnya sedang dibawa ke laboratorium di Yogya dan belum keluar hasilnya. Yang diuji adalah yang dimasak hari itu. Airnya dan menu yang dimasak hari itu,” kata Suranto.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti kejadian yang dialami para siswa sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya terhadap operasional SPPG Bener Kaliboto 2.