Gempa Flores Rusak 324 Sekolah di NTT, Belajar Sementara di Tenda Darurat

Reruntuhan bangunan terlihat di salah satu wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Reruntuhan bangunan terlihat di salah satu wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

NTT โ€“ Gempa Flores tak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan bangunan warga. Di sejumlah daerah, guncangan juga memaksa anak-anak sekolah meninggalkan ruang kelas mereka.

Sebanyak 324 sekolah di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa Flores. Tingkat kerusakan berbeda-beda di setiap wilayah dan pendataan hingga kini masih terus dilakukan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mulai menyiapkan ruang belajar sementara agar anak-anak tidak terlalu lama kehilangan aktivitas belajar.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sejumlah bantuan awal, termasuk 50 tenda yang akan digunakan sebagai ruang kelas darurat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muโ€™ti mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan selama masa pemulihan pascagempa.

Selain tenda, pemerintah telah menyalurkan 1.300 paket family kit dan 1.500 paket school kit untuk membantu kebutuhan masyarakat dan warga sekolah yang terdampak.

Dukungan juga diberikan dalam bentuk layanan psikososial bagi warga sekolah. Pemerintah turut menyediakan konektivitas internet melalui Starlink agar kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung meski fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

โ€œKeselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,โ€ kata Abdul Muโ€™ti dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Manggarai Paling Banyak

Kerusakan sekolah tersebar di tujuh kabupaten.

Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah sekolah terdampak paling banyak, yakni mencapai 104 sekolah.

Berikut rincian sementara sekolah yang mengalami kerusakan:

Manggarai: 104 sekolah
Manggarai Timur: 52 sekolah
Nagekeo: 44 sekolah
Ende: 39 sekolah
Ngada: 35 sekolah
Sikka: 27 sekolah
Manggarai Barat: 23 sekolah

Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Kemendikdasmen menyebut pendataan dan asesmen terhadap sekolah terdampak masih berlangsung. Tim terus bergerak untuk melihat langsung kondisi bangunan sekaligus memastikan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan sekolah serta kebutuhan siswa dan tenaga pendidik di setiap wilayah.

Anak-anak Tak Boleh Kehilangan Sekolah

Di tengah proses pemulihan, perhatian juga tertuju pada nasib anak-anak yang terdampak.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah tidak menunda pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat anak-anak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.

Pemerintah didorong segera menyediakan ruang belajar sementara dan mempercepat pengalokasian anggaran untuk memperbaiki sekolah yang mengalami kerusakan.

Sebab, bagi anak-anak di wilayah terdampak, sekolah bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap.

Di sanalah mereka bertemu guru, bermain bersama teman, mengejar cita-cita, dan perlahan belajar memahami masa depan.

Gempa boleh merusak ruang kelas. Namun, pendidikan tidak boleh ikut runtuh bersama bangunan yang retak.

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis

Wartawan: Andi, Editor: Andi