Journalist Independent, YOGYAKARTA —Kepergian Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo meninggalkan catatan penting dalam perjalanan militer Indonesia.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang pernah memimpin TNI AD pada masa tiga presiden berbeda itu meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026.
Jenazahnya dijadwalkan diberangkatkan dari Yogyakarta menuju Jakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga mengatakan, prosesi pelepasan jenazah akan dilaksanakan di rumah duka di Yogyakarta pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Setelah itu, jenazah dibawa menuju bandara untuk diterbangkan ke Jakarta.
“Rencananya dimakamkan di Kalibata,” kata Drajad, Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut Drajad, persiapan pemberangkatan dilakukan setelah dirinya menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengurus prosesi pelepasan jenazah di Yogyakarta.
Pelepasan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB dari rumah duka. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Bandara Adisutjipto sebelum diberangkatkan menuju Jakarta.
“Besok ada pelepasan pagi, sekitar pukul 07.00 WIB,” ujarnya.
Drajad menjelaskan, penerbangan menuju Jakarta direncanakan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Setibanya di ibu kota, jenazah akan menuju Markas Angkatan Darat sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sempat Kritis Sebelum Meninggal di Yogyakarta
Subagyo HS mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Senin sore. Sebelum meninggal dunia, kondisinya dilaporkan sempat kritis pada pagi hari.
Drajad menyebut kondisi kesehatan Subagyo telah menurun dalam beberapa waktu terakhir. Faktor usia dan riwayat gangguan kesehatan turut menjadi perhatian menjelang kepergiannya.
“Beliau memang sudah berusia lanjut. Sebelumnya juga sakit dan menjalani cuci darah,” kata Drajad.
Kabar meninggalnya mantan KSAD tersebut juga dikonfirmasi Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta, Guntur Yudhianto.
Guntur mengatakan informasi mengenai wafatnya Subagyo telah diterimanya pada Senin. Setelah meninggal dunia, jenazah direncanakan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berada di kawasan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Ia mengaku belum memperoleh seluruh informasi mengenai proses meninggalnya Subagyo saat kabar tersebut diterima. Namun, rencana pemberangkatan jenazah menuju Jakarta pada Selasa pagi telah disampaikan.
“Jenazah disemayamkan di rumah, kemudian besok pagi dibawa ke Jakarta,” ujar Guntur.
Informasi pemakaman di Jakarta juga disampaikan anggota Komisi B DPRD DIY dari Fraksi Gerindra, Danang Wahyu Broto. Ia menyebut jenazah Subagyo direncanakan dimakamkan di ibu kota pada Selasa pagi.
Pernah Pimpin TNI AD pada Era Tiga Presiden
Nama Subagyo HS tercatat dalam perjalanan panjang kepemimpinan militer Indonesia. Ia pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat ketika pemerintahan nasional mengalami masa peralihan dari era Orde Baru menuju reformasi.
Subagyo memimpin TNI Angkatan Darat pada periode yang mencakup kepemimpinan Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, dan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Pengalaman tersebut menempatkannya dalam salah satu fase penting perubahan politik dan institusi militer Indonesia.
Sebelum menjadi KSAD, Subagyo juga pernah menjabat Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada 1994–1995.
Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis dalam struktur TNI AD karena berkaitan dengan kepemimpinan satuan pasukan khusus.
Setelah masa kepemimpinannya di Kopassus berakhir, posisi Danjen Kopassus kemudian dijabat Prabowo Subianto, yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia.
Karier Subagyo berlanjut hingga mencapai pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat.
Pengalamannya di lingkungan militer berlangsung melewati perubahan pemerintahan, termasuk periode ketika hubungan antara militer dan kehidupan politik nasional mengalami penataan kembali.
Kepergian Subagyo HS menutup perjalanan seorang perwira tinggi yang pernah berada di pusat kepemimpinan TNI AD pada masa transisi sejarah Indonesia.
Pemberangkatan Jenazah Dipersiapkan dari Yogyakarta
Menjelang prosesi pemakaman, perhatian pemerintah dan unsur militer tertuju pada kelancaran rangkaian penghormatan terakhir di Yogyakarta hingga Jakarta.
Instruksi Presiden Prabowo kepada Pangdam XXVI/Mataram menjadi bagian dari koordinasi persiapan pelepasan jenazah.
Prosesi di Yogyakarta dijadwalkan berlangsung pada pagi hari sebelum jenazah diterbangkan menuju ibu kota.
Setelah tiba di Jakarta, jenazah direncanakan menuju Markas Angkatan Darat dan selanjutnya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.
Meski jadwal telah direncanakan, pelaksanaan akhir rangkaian pemberangkatan dan pemakaman tetap mengikuti pengaturan resmi dari pihak terkait.
Masyarakat yang mengikuti kabar kepergian Subagyo HS kini menantikan prosesi penghormatan terakhir bagi mantan KSAD tersebut.
Riwayat pengabdiannya, terutama saat memimpin TNI AD di tengah pergantian tiga presiden, menjadi bagian penting dari perjalanan karier militernya di Indonesia. (*)






