Di tengah fenomena asap yang meluas, masyarakat perlu membedakan penjelasan keagamaan mengenai Dukhan dengan fakta lingkungan yang dapat diamati dan diteliti.
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan memiliki penyebab yang dapat ditelusuri melalui kondisi cuaca, sumber kebakaran, dan pergerakan angin. Adapun penafsiran mengenai Dukhan sebagai tanda akhir zaman berkaitan dengan pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan para ulama.
Prof. Muammar menegaskan, fenomena asap yang terjadi saat ini bukan alasan untuk menyimpulkan bahwa kiamat telah dekat berdasarkan tanda Dukhan. Ia justru mengingatkan pentingnya tanggung jawab manusia dalam menjaga alam.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah menyebarkan klaim mengenai tanda-tanda kiamat tanpa dasar keagamaan yang kuat. Di sisi lain, pemerintah perlu memperkuat pencegahan karhutla dan penanganan pencemaran udara agar dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Dengan begitu, fenomena asap yang menyelimuti sejumlah wilayah seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami ajaran agama secara lebih cermat, bukan menjadi dasar untuk memastikan bahwa Dukhan akhir zaman telah muncul. (dah)






