Penafsiran mengenai Dukhan dalam Al-Qur’an sendiri telah menjadi pembahasan di kalangan ulama sejak masa awal Islam. Sejumlah ulama menghubungkan ayat tersebut dengan peristiwa yang pernah dialami kaum Quraisy pada masa Nabi Muhammad SAW, sedangkan pendapat lainnya memahaminya sebagai asap yang akan muncul menjelang kiamat.
Dalam pembahasan yang dimuat NU Online pada 28 Juni 2025, penafsiran yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Mas’ud menjelaskan bahwa asap dalam Surah Ad-Dukhan berkaitan dengan masa kelaparan berat yang menimpa kaum Quraisy. Kondisi tersebut membuat pandangan mereka seolah-olah melihat asap menyelimuti langit.
Sementara itu, terdapat pula penafsiran yang memahami Dukhan sebagai asap nyata yang akan muncul menjelang kiamat. Dalam pandangan ini, Dukhan merupakan salah satu tanda besar akhir zaman yang disebutkan dalam sejumlah hadis.
Perbedaan penafsiran tersebut menunjukkan bahwa pembahasan Dukhan tidak sesederhana menyamakan setiap fenomena asap dengan tanda kiamat.
Al-Qur’an Surah Ad-Dukhan ayat 10-11 menyebutkan tentang asap yang nyata dan meliputi manusia. Namun, penjelasan mengenai konteks serta kapan peristiwa tersebut terjadi menjadi bagian dari pembahasan tafsir yang memiliki perbedaan pandangan.
Pandangan serupa juga dapat ditemukan dalam kajian komparatif tafsir yang membandingkan pemikiran Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dan M. Quraish Shihab. Kajian tersebut mencatat perbedaan penafsiran mengenai Dukhan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 8-12.
Asy-Sya’rawi memahaminya sebagai gas atau kabut yang memenuhi atmosfer, menghalangi penglihatan, dan mengganggu pernapasan. Sementara itu, Quraish Shihab mengaitkannya dengan debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan berkepanjangan. Kajian itu juga membahas penafsiran yang menghubungkan fenomena tersebut dengan peristiwa pada masa Nabi Muhammad SAW.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa para mufasir tidak selalu memiliki pandangan yang sama mengenai apakah Dukhan dalam ayat tersebut merujuk pada peristiwa historis atau tanda yang akan terjadi menjelang kiamat.
Dengan demikian, mengaitkan asap akibat karhutla saat ini dengan Dukhan akhir zaman membutuhkan kehati-hatian. Fenomena yang terlihat secara kasatmata tidak dengan sendirinya menjadi bukti bahwa tanda kiamat yang dimaksud dalam teks agama telah terjadi.






