SULSEL  

Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Disdik Sulsel Belum Putuskan Sekolah Daring

Journalist Independent
Kondisi kualitas udara di Kota Makassar.
Kondisi kualitas udara di Kota Makassar.

BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan, penurunan kualitas udara di Sulsel dapat dipengaruhi sejumlah sumber asap, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar wilayah Sulawesi Selatan.

Asap dari karhutla di Kalimantan berpotensi terbawa pergerakan angin menuju Sulsel. Selain itu, pergerakan angin dari arah timur juga memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku mencapai wilayah Sulawesi Selatan.

Di samping sumber dari luar daerah, kebakaran lahan lokal juga berpotensi berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara.

Pergerakan asap dari berbagai wilayah tersebut dapat memengaruhi konsentrasi partikulat di udara, bergantung pada kondisi angin dan atmosfer. Meski demikian, besarnya kontribusi setiap sumber terhadap kondisi udara di Makassar perlu dipastikan melalui analisis lebih lanjut.

Situasi ini membuat penanganan polusi udara tidak hanya bergantung pada upaya di dalam kota, tetapi juga membutuhkan pemantauan terhadap pergerakan asap dari wilayah lain.

Bagi sektor pendidikan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kebijakan pembelajaran harus mempertimbangkan keberlangsungan proses belajar sekaligus keselamatan peserta didik.

Disdik Sulsel kini masih menunggu laporan dari kepala sekolah dan cabang dinas untuk menentukan langkah berikutnya. Jika kondisi udara di suatu wilayah dinilai membahayakan, pembelajaran daring berpeluang diterapkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Sementara itu, masyarakat dan orang tua diharapkan terus memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara serta mengikuti imbauan kesehatan yang dikeluarkan pihak berwenang dan tetap menjaga kesehatan saat berkegiatan di luar rumah. Biasakan memakai masker saat bepergian. (iz)