Inflasi 3,28 Persen, Wamenkeu Juda Agung: Ekonomi Masih Terjaga

Journalist Independent
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung_11zon
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung

JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menilai tingkat inflasi sebesar 3,28 persen masih menunjukkan kondisi perekonomian yang terjaga. Stabilitas harga tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi daya beli masyarakat untuk tetap bertahan sekaligus mendorong aktivitas dunia usaha.

Juda mengatakan inflasi yang terkendali menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsumsi masyarakat. Ketika kenaikan harga barang dan jasa masih berada dalam kondisi yang terjaga, masyarakat memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi perekonomiannya terjaga, inflasi terjaga. Malah inflasi ini kita harapkan nanti memberikan signal kepada dunia usaha untuk melanjutkan proses produksi,” kata Juda dalam paparan APBN pada acara media gathering di Bogor, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Menurut Juda, daya beli masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas dunia usaha. Konsumsi yang tetap berjalan akan menjaga permintaan terhadap barang dan jasa.

Kondisi tersebut kemudian memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi. Dengan aktivitas produksi yang terus berjalan, ketersediaan barang dan jasa di pasar diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Juda menilai keseimbangan antara permintaan dan pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.

Ia berharap kondisi inflasi yang tetap terkendali dapat menjadi sinyal positif bagi dunia usaha untuk melanjutkan aktivitas produksi.

“Bersama-sama dengan PMI melanjutkan proses produksi, memproduksi barang dan jasa,” ujarnya.

Juda mengatakan menjaga daya beli masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat melakukan konsumsi. Keberlanjutan aktivitas ekonomi juga diperlukan agar masyarakat tetap memperoleh pendapatan.

Karena itu, keberlangsungan produksi dunia usaha menjadi bagian penting dalam menjaga perputaran ekonomi. Konsumsi yang tetap tumbuh akan menciptakan permintaan, sementara produksi memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Keduanya perlu bergerak secara beriringan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Dengan inflasi sebesar 3,28 persen yang dinilai masih terkendali, Juda berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan dunia usaha memiliki ruang untuk melanjutkan produksi.

Menurutnya, keterjagaan konsumsi dan keberlanjutan produksi menjadi bagian penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. (*)