Pria Ngaku Polisi Ditangkap di Jaktim, Bawa Pistol Mainan dan Diduga Terlibat Pemerasan

Journalist Independent
Ilustrasi

JAKARTA — Polisi menangkap seorang pria berinisial JM (34) yang mengaku sebagai anggota Polri saat berada di Jalan Haji Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Saat diamankan, polisi menemukan sebuah pistol mainan di pinggang JM. Dari pemeriksaan identitas, JM dipastikan bukan anggota Polri.

Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno mengatakan, JM diamankan setelah petugas yang sedang melakukan patroli mendengar keributan di pinggir jalan, tepatnya di depan Apotek Kaisar.

“Ada seorang warga yang mengaku anggota Polri, sehingga kami amankan ke Polsek Duren Sawit dan dilakukan pemeriksaan,” kata Sutikno, dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2026).

Sutikno menjelaskan, petugas awalnya mendengar keributan ketika melintas di Jalan Haji Naman. Polisi kemudian menghentikan patroli untuk memeriksa sumber keributan tersebut.

“Ketika kami sedang melaksanakan kegiatan patroli di Jalan Haji Naman, Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, kami menemukan ataupun mendengar ribut-ribut yang ada di pinggir jalan di depan Apotek Kaisar,” jelasnya.

Petugas kemudian memeriksa JM sekaligus mengecek identitasnya. Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut ternyata bukan anggota Polri.

“Setelah selesai pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan adalah bukan seorang anggota Polri. Jadi saya tegaskan, mereka bukan anggota Polri,” ujar Sutikno.

Berdasarkan identitas yang diperiksa, JM diketahui berasal dari wilayah Bekasi.

Sebelum diamankan polisi, JM sempat menjadi sasaran amukan warga. Sejumlah warga yang kesal karena JM mengaku sebagai anggota Polri melakukan pengeroyokan terhadap pria tersebut.

Polisi kemudian mengamankan JM untuk mencegah situasi semakin berkembang sekaligus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga menemukan indikasi adanya dugaan pemerasan.

“Dalam konstruksi peristiwa yang terjadi, kami telusuri adanya unsur pemerasan. Kami masih melakukan pendalaman penyelidikan lebih lanjut. Sehingga kami masih perlu mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” kata Sutikno.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa serta dugaan pemerasan tersebut.

Saat melakukan penggeledahan terhadap JM, petugas menemukan benda yang menyerupai senjata api di bagian pinggangnya.

Namun, setelah diperiksa, benda tersebut bukan senjata api sungguhan, melainkan pistol mainan.

“Pada saat kami amankan, kami lakukan penggeledahan, di pinggangnya ternyata ada pistol mainan. Jadi bukan senjata api beneran, tetapi pistol mainan yang dibawa-bawa oleh si pelaku yang berinisial JM,” ungkap Sutikno.

Polisi masih mendalami motif JM membawa pistol mainan dan mengaku sebagai anggota Polri.

Kasus tersebut sebelumnya ramai di media sosial setelah video kejadian beredar melalui akun Instagram @gema.jakarta.

Dalam narasi video yang beredar, JM disebut mengaku sebagai anggota unit khusus Polda Metro Jaya. Ia juga disebut sempat menodongkan benda menyerupai pistol kepada warga yang hendak menegurnya.

Pria tersebut disebut melakukan tindakan itu setelah permintaannya kepada pegawai apotek tidak mendapat tanggapan.

Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan motif JM. Informasi yang beredar dalam narasi media sosial tersebut belum seluruhnya dinyatakan sebagai fakta oleh kepolisian. (bas)