PIK 2 Jadi Lokasi Produksi Etomidate, Polisi Temukan 12 Ribu Cartridge Kosong

Journalist Independent
Foto: ANTARA/Risky Syukur

JAKARTA — Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar dugaan laboratorium clandestine yang memproduksi narkotika jenis etomidate di kawasan perumahan PIK 2, Tangerang, Banten.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang warga negara China berinisial CF (27) dan menyita ribuan cartridge atau pod yang menyerupai perangkat rokok elektrik.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan pengungkapan ini menjadi perhatian karena etomidate telah beredar dalam bentuk cartridge yang secara fisik menyerupai komponen rokok elektrik.

“Yang paling menjadi perhatian kita adalah banyaknya beredar cartridge etomidate yang mengandung narkotika yang sangat berbahaya. Kami telah mengungkap pabriknya atau labnya untuk pembuatan etomidate untuk disebarkan di wilayah Indonesia,” kata Nasriadi di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dari lokasi yang diduga digunakan sebagai laboratorium clandestine tersebut, polisi menemukan barang bukti yang menunjukkan adanya aktivitas produksi.

Barang bukti yang diamankan antara lain 1.008 cartridge berisi etomidate yang diduga siap diedarkan, bahan baku dan cairan perisa, serta sekitar 12 ribu cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi.

Polisi juga menemukan 13 bungkus bubuk atau bahan yang diduga merupakan bahan baku etomidate dengan berat netto sekitar 1.300 gram.

Selain itu, terdapat 22 botol berisi cairan yang diduga etomidate dengan total berat netto sekitar 11 ribu mililiter, serta sejumlah botol lain yang masih berisi sisa cairan.

Peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi turut disita, antara lain ember, wadah masak, perangkat pemanas air, botol bertutup lancip, dan timbangan digital.

Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo mengatakan jumlah bahan baku yang ditemukan menunjukkan kapasitas produksi yang cukup besar.

“Dari keseluruhan bahan baku yang ditemukan, penyidik memperkirakan tersangka dapat memproduksi sekitar 20.514 cartridge atau pods berisi narkotika jenis etomidate,” ujar Vernal.

Kapolres Jakarta Barat Nasriadi mengatakan bahan yang ditemukan di lokasi berpotensi menghasilkan lebih dari 20 ribu cartridge.

“Kalau botol itu dibuat racik akan menghasilkan lebih dari 20 ribu cartridge etomidate, bayangkan, bisa menghasilkan 20 ribu cartridge. Kemudian ada sebanyak cartridge kosong 12 ribu yang siap untuk dimasukkan cairan-cairan tersebut,” katanya.

Menurut polisi, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas di lokasi bukan sekadar penyimpanan barang, tetapi diduga berkaitan dengan proses produksi.

Produk etomidate tersebut dikemas dalam cartridge yang secara fisik menyerupai komponen rokok elektrik. Kemasan tersebut membuat produk dapat terlihat seperti perangkat vape biasa.

Nasriadi mengatakan satu bungkus cartridge etomidate ukuran XXL diperkirakan dapat digunakan oleh sekitar lima hingga 10 orang.

Sementara berdasarkan penyelidikan polisi, harga satu bungkus cartridge ukuran tersebut diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta.

“Etomidate ini, bila kita lakukan penyelidikan, harganya sekarang dengan yang size XXL, Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta, satu bungkus,” ujarnya.

Polisi menyebut nilai ekonomi barang yang berhasil dicegah beredar mencapai sekitar Rp102 miliar, sementara dalam keterangan awal pengungkapan disebut nilai produksi atau peredaran yang dibongkar mencapai sekitar Rp120 miliar.

Pengungkapan laboratorium etomidate tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dengan melakukan observasi dan penyelidikan.

“Menindaklanjuti informasi itu, personel Satres Narkoba kemudian melakukan observasi dan penyelidikan,” kata Vernal.

Penyelidikan yang dipimpin Katimsus 2 AKP Jimi Farid M kemudian mengarah kepada seorang pria warga negara China berinisial CF.

Petugas memperoleh informasi bahwa target berada di kawasan PIK 2. Tim kemudian melakukan pendalaman hingga akhirnya menangkap CF pada Senin malam, 21 September 2026.

CF diamankan di Cluster Hawai Cove 8 Nomor 7. Saat ditangkap, dia berada bersama dua warga negara China lainnya berinisial ZD dan YX.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua orang tersebut tidak ditemukan keterkaitan dengan barang bukti yang disita dari CF,” ujar Vernal.

Dari lokasi pertama, polisi mengamankan 22 ikat plastik berisi bungkus pod cartridge etomidate serta satu unit telepon seluler Redmi berwarna hitam.

Dalam pemeriksaan awal, CF mengaku masih menyimpan barang bukti lain di lokasi yang tidak jauh dari tempat penangkapannya.

Petugas kemudian membawa CF ke Cluster Hawai Cove 6 Nomor 6 dan melakukan penggeledahan.

Di lokasi kedua inilah polisi menemukan berbagai bahan dan peralatan yang diduga berkaitan dengan produksi pods etomidate.

Selain bahan baku cair dan bubuk, polisi menemukan ribuan pods kosong serta ratusan pods yang telah terisi cairan yang diduga etomidate dalam berbagai kemasan.

Temuan tersebut memperkuat dugaan penyidik bahwa lokasi tersebut digunakan untuk aktivitas produksi sebelum produk diedarkan.

Polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap tersangka serta seluruh barang bukti untuk mengungkap lebih jauh jaringan dan aktivitas produksi etomidate tersebut. (bas)