Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Melonjak Jadi 73.919 Orang

Kondisi Gaza Palestina.

GAZA — Kementerian Kesehatan Gaza kembali memperbarui data korban perang di wilayah tersebut. Hingga laporan terbaru, sedikitnya 73.919 warga Palestina dilaporkan tewas sejak konflik dimulai pada Oktober 2023, sementara 174.977 lainnya mengalami luka-luka.

Data tersebut dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (22/9/2026). Dalam periode 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima jenazah lima orang yang tewas dalam serangan Israel. Selain itu, 25 orang mendapatkan perawatan akibat luka-luka.

Sejak gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.399 orang tewas dan 4.863 lainnya terluka. Sebanyak 834 jenazah juga disebut telah ditemukan dari bawah reruntuhan.

Israel Ancam Evakuasi Warga Gaza

Di tengah situasi tersebut, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeluarkan pernyataan terkait kemungkinan penculikan warga atau tentara Israel oleh Hamas.

Katz mengancam akan memindahkan seluruh penduduk Kota Gaza ke wilayah selatan jika Hamas kembali menculik seorang warga sipil atau tentara Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam upacara peringatan tahunan bagi tentara Israel yang gugur dalam Perang Arab-Israel 1973.

“Mengingat berbagai niat dan informasi intelijen, saya memperingatkan organisasi teror dan para pendukungnya, dari Iran hingga [Presiden Turki Recep Tayyip] Erdogan: Jika bahkan satu tentara atau warga sipil Israel diculik, seluruh penduduk Kota Gaza yang berjumlah satu juta jiwa akan dievakuasi ke selatan,” kata Katz pada upacara peringatan tahunan untuk para tentara yang gugur dalam Perang Arab-Israel 1973.

Katz menyatakan peringatan tersebut didasarkan pada apa yang disebutnya sebagai informasi intelijen mengenai rencana Hamas melakukan penculikan baru terhadap warga Israel. Laporan mengenai ancaman tersebut juga menyebut Katz memperingatkan adanya kemungkinan pemindahan penduduk Gaza City dan penghancuran infrastruktur di wilayah tersebut.

Ketegangan Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata

Serangkaian serangan dan korban jiwa di Gaza terus dilaporkan meskipun kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Al Jazeera sebelumnya mencatat sedikitnya 1.394 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata tersebut diberlakukan hingga 21 September 2026.

Sementara itu, pernyataan Katz menambah ketegangan terkait kondisi di Kota Gaza. Pada awal September, Katz juga mengatakan bahwa Israel masih mempertimbangkan pemindahan warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari pendekatan pemerintah terhadap wilayah tersebut.

Perkembangan situasi di Gaza masih berlangsung, termasuk upaya diplomatik dan pembahasan terkait keberlanjutan gencatan senjata.