Review Wuling Eksion PHEV, SUV 7-Seater yang Menawarkan Ruang Lega hingga Baris Ketiga

Journalist Independent
Wuling Eksion PHEV
Wuling Eksion PHEV (dok. Youtube Ridwan Hanif)

Journalist Independent, JAKARTA — Wuling Eksion PHEV mencoba menjawab persoalan yang sering muncul pada SUV tujuh penumpang: apakah kursi paling belakang benar-benar nyaman untuk orang dewasa, atau hanya tersedia sebagai pelengkap?

Dari hasil peninjauan kabin dan pengalaman berkendara, SUV elektrifikasi ini menawarkan ruang baris ketiga yang cukup lapang, meski masih menyisakan catatan pada kenyamanan suspensi belakang.

Eksion merupakan SUV keluarga Wuling yang tersedia dalam pilihan kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Varian PHEV menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik serta baterai yang dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.

Kabin Baris Ketiga Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu keunggulan Eksion terlihat saat penumpang mencoba duduk di baris ketiga. Dengan tinggi badan sekitar 170 cm, ruang kepala masih terasa memadai dan kaki tidak langsung terhimpit ketika kursi baris kedua berada pada posisi paling maju.

Ruang tersebut memang bergantung pada pengaturan kursi tengah, tetapi konfigurasi kabin memberi fleksibilitas bagi penumpang.

Wuling juga melengkapi baris ketiga dengan ventilasi AC dan lampu kabin. Penumpang belakang memperoleh cup holder, sementara baris kedua menyediakan port USB-A dan USB-C, tempat penyimpanan, serta panoramic sunroof yang membentang hingga bagian belakang.

Bagasi tetap menyisakan ruang ketika seluruh kursi digunakan. Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata untuk memperbesar kapasitas angkut, sementara pintu bagasi elektrik membantu memudahkan akses.

Dari sisi powertrain, Eksion PHEV menggunakan mesin bensin 1.498 cc naturally aspirated dengan tenaga 105 hp dan torsi 130 Nm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 195 hp dan torsi 230 Nm, dipadukan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Baca Juga  Apple Rilis MacBook Pro 14 Inci dengan Chip M6, Diklaim Lebih Kencang dan Tahan Baterai 24 Jam

Wuling mengklaim jarak tempuh listrik hingga 125 km berdasarkan pengujian CLTC. Jarak gabungan dengan mesin bensin diklaim melampaui 1.000 km. Angka tersebut merupakan hasil pengujian standar CLTC, sehingga penggunaan nyata dapat berbeda mengikuti kondisi jalan, cuaca, kecepatan, dan gaya berkendara.

Suspensi Belakang Masih Perlu Perhatian

Kabin Eksion menawarkan sejumlah fitur kenyamanan, termasuk kursi berlapis kulit sintetis, ventilated seat di baris depan, layar kontrol 12,8 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, serta kamera 360 derajat.

Namun, pengalaman berkendara menunjukkan suspensi belakang terasa cukup keras ketika melewati polisi tidur atau jalan berlubang. Pantulan yang tajam berpotensi mengurangi kenyamanan penumpang, terutama saat perjalanan jauh. Karakter suspensi ini menjadi salah satu catatan penting di tengah keunggulan ruang kabin dan performa motor listriknya.

Dengan konfigurasi tujuh kursi yang relatif fungsional, Wuling Eksion PHEV menawarkan SUV keluarga yang tidak sekadar menambah kursi baris ketiga. Ruang penumpang, fleksibilitas bagasi, dan kemampuan melaju dengan tenaga listrik menjadi daya tarik utamanya, sementara penyempurnaan suspensi belakang dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan. (*)