Journalist Independent.com, MAKASSAR – Diabetes tipe 2 bukan berarti seseorang harus selamanya hidup dengan kadar gula darah yang tidak terkendali. Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang konsisten, sebagian penderita memiliki peluang mencapai remisi.
Remisi diabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah kembali ke batas normal selama minimal tiga bulan tanpa menggunakan obat penurun gula darah. Peluang ini menjadi alasan pentingnya mengenali diabetes sejak dini dan melakukan penanganan yang tepat.
Koordinator UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Taqwim Mulwan, mengatakan perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung remisi diabetes.
“Remisi diabetes diketahui berkaitan dengan manfaat penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal pada diabetesi, dibandingkan dengan yang tidak mencapai remisi,” jelasnya.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan perubahan pola makan, aktivitas fisik teratur, pengelolaan stres, serta pengendalian berat badan. Semakin dini diabetes terdeteksi, semakin besar peluang untuk melakukan penanganan yang tepat.
Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Makassar, dr. Iwan Judohidardjo, Sp.PD, mengingatkan bahwa remisi tidak bisa dicapai melalui perubahan instan maupun ekstrem.
Pasien, termasuk mereka yang berada pada tahap prediabetes, dianjurkan membangun kebiasaan sehat secara bertahap.
“Remisi dicapai melalui kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Ia menyarankan penderita diabetes dengan berat badan berlebih untuk mengupayakan penurunan berat badan, mengatur pola makan dengan membatasi gula, garam, serta lemak jenuh dan lemak trans, sekaligus memperbanyak konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara teratur, dengan target minimal 30 menit sehari sesuai kondisi kesehatan. Selain itu, pemantauan gula darah penting untuk mengetahui pengaruh makanan, obat-obatan, dan aktivitas terhadap kadar gula darah.
Pemeriksaan secara rutin juga membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Penderita tidak dianjurkan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Pentingnya deteksi dini dan edukasi tersebut menjadi perhatian dalam kampanye nasional #Hands4Diabetes 2026 yang digelar Tropicana Slim menjelang peringatan World Diabetes Day pada 14 November.
Mengusung tema “Aksi Dini Menuju Remisi Diabetes”, kampanye ini digelar serentak di 30 kota di Indonesia dengan melibatkan 28.000 peserta, termasuk masyarakat di Makassar. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Poliklinik Gubernur, Siloam Hospitals Makassar, dan Sobat Diabet.
Founder Sobat Diabet sekaligus Fellow of International Diabetes Federation, Dr. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, menilai edukasi merupakan fondasi penting dalam pengelolaan diabetes. Pemahaman yang baik diharapkan mendorong penderita lebih konsisten menjalani pola hidup sehat.
Melalui kampanye ini, masyarakat juga diajak menerapkan gerakan REMISI, yakni Rutin cek gula darah, Edukasi diri, Makan sehat, Istirahat cukup, Selalu bergerak, dan Ikuti anjuran dokter.
Meski tidak semua penderita dapat mencapai remisi, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat tetap menjadi kunci untuk mengendalikan diabetes, menekan risiko komplikasi, dan menjaga kualitas hidup. (iz)






