Journalistindependent.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Sejumlah pejabat bidang ekonomi dan kelautan terlihat hadir, meski belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan tersebut.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Donny Oskaria, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menjadi beberapa pejabat yang memenuhi panggilan Presiden.
Kedatangan para pejabat tersebut memunculkan dugaan bahwa pertemuan kali ini masih berkaitan dengan pembahasan ekonomi dan perkembangan sejumlah program pemerintah.
Donny Oskaria Belum Tahu Agenda Pertemuan
Kepala BP BUMN Donny Oskaria mengaku belum mengetahui secara pasti materi yang akan dibahas bersama Prabowo. Namun, ia menduga pertemuan tersebut masih berkaitan dengan rapat ekonomi yang berlangsung bersama Presiden sehari sebelumnya.
Saat ditanya kemungkinan pembahasan mengenai program Kampung Nelayan Merah Putih, Donny tidak menampik hal tersebut. Ia menduga sektor kelautan juga masuk dalam agenda karena Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut hadir.
“Ya, mungkin. Karena ada Pak Trenggono,” ujarnya kepada awak media.
Laba BUMN Tumbuh 20 Persen
Di sela kedatangannya, Donny turut menyampaikan perkembangan kinerja perusahaan pelat merah. Ia menyebut laba BUMN pada kuartal III 2026 mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Donny, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dari proses transformasi BUMN yang sedang berjalan.
“BUMN semuanya baik-baik aja. Hasilnya bagus, kuartal III kita naik 20 persen dibandingkan tahun lalu profitnya. Progresnya baguslah, kita transformasi BUMN menjadi jalan yang baik. Insyaallah nanti mudah-mudahan makin bagus, ya,” ungkapnya.
Pembangunan Kampung Nelayan Dikebut
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga mengaku belum mengetahui agenda khusus yang akan dibahas bersama Presiden.
Meski demikian, ia menyatakan siap memberikan laporan apabila Prabowo meminta penjelasan mengenai perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Belum tahu. Aku sih siap aja. Datanya siap. Jadi, kalau dipanggil nanti urusan itu kan ya,” kata Trenggono.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.360 Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 titik telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Sementara itu, 1.069 titik lainnya masih dalam tahap konstruksi. Pemerintah menargetkan seluruh titik yang sedang dikerjakan tersebut rampung pada 24 Desember 2026.
Perkembangan pembangunan kampung nelayan dan capaian kinerja BUMN menjadi dua isu yang berpotensi masuk dalam pembahasan pemerintah. Namun, hingga para pejabat tiba di Istana, belum ada keterangan resmi mengenai agenda utama pertemuan bersama Presiden Prabowo. (*)






