PSM Makassar Didenda Rp30 Juta Gegara Lemparan Air Mineral, Suporter Diminta Berbenah

Journalist Independent
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya

Journalist Independent, MAKASSAR – Kemenangan PSM Makassar atas Persebaya Surabaya seharusnya menjadi alasan bagi suporter untuk merayakan kebangkitan tim kebanggaan mereka.

Namun, aksi seorang penonton yang melempar gelas air mineral ke lapangan justru berujung sanksi denda Rp30 juta dari Komite Disiplin PSSI.

Mantan Sekretaris Jenderal The Macz Man, Mustafa, menyayangkan insiden tersebut dan meminta suporter lebih dewasa agar tidak menambah beban keuangan klub.

Mustafa menilai tindakan itu menunjukkan bahwa sebagian suporter belum mengambil pelajaran dari sanksi yang pernah menimpa PSM Makassar pada musim sebelumnya.

Menurutnya, dukungan terhadap tim tidak cukup diwujudkan melalui nyanyian, koreografi, dan kehadiran di stadion. Suporter juga perlu menjaga perilaku agar klub tidak mengeluarkan uang akibat pelanggaran penonton.

“Sangat disayangkan, kok masih ada lagi (tindakan suporter berujung sanksi),” kata Mustafa, Rabu (28/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan PSM membutuhkan perhatian. Karena itu, suporter seharusnya membantu klub dengan menjaga ketertiban selama pertandingan, bukan melakukan tindakan yang berpotensi memicu hukuman tambahan.

“Kita bantu PSM Makassar supaya tidak keluarkan uang untuk denda. Cukup datang dengan tertib di stadion dan tidak berbuat sesuatu yang menimbulkan sanksi,” sebutnya.

Mustafa juga meminta panitia pelaksana pertandingan PSM mengambil langkah tegas terhadap penonton yang melakukan pelanggaran. Menurutnya, hukuman yang tepat dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Panpel PSM perlu beri hukuman, bagaimana caranya memberikan efek jera kepada oknum yang berbuat seperti itu melanggar,” imbaunya.

Mustafa Soroti Kinerja Steward Stadion

Selain meminta panitia pelaksana menindak pelanggar, Mustafa menyoroti peran steward yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di area stadion. Ia menilai petugas perlu menjalankan tanggung jawab secara maksimal agar aksi penonton yang merugikan klub dapat dicegah sejak awal.

Baca Juga  Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 5 Emas, 11 Perak, dan 23 Perunggu

Mustafa mempertanyakan bagaimana benda bisa melayang ke lapangan ketika petugas keamanan berada di berbagai tribune penonton. Baginya, pengawasan yang efektif dapat membantu mengantisipasi tindakan berlebihan, terutama ketika pertandingan berlangsung panas dan keputusan wasit memancing protes.

“Saya heran ada steward masih bisa lolos seperti itu, jadi kita pertanyakan keamanan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh suporter mengamalkan slogan “Jagai PSMta”. Menurut Mustafa, slogan tersebut harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk menahan diri ketika menghadapi keputusan pertandingan yang tidak sesuai harapan.

“Kita buktikan kata-kata Jagai PSMta dengan tidak membuat pelanggaran di dalam stadion,” tegasnya.

Frustrasi Penalti Diduga Picu Lemparan

Kepala Program Studi S-1 Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhammad Ibnu Maulana Ruslan, menduga rasa frustrasi menjadi salah satu faktor yang mendorong oknum suporter melempar gelas air mineral ke lapangan.

Situasi itu muncul ketika PSM sudah unggul 1-0 atas Persebaya, tetapi tim tamu memperoleh kesempatan menyamakan skor melalui tendangan penalti pada masa tambahan waktu. Kiper PSM, Muhammad Ardiansyah, berhasil menggagalkan eksekusi pertama Alex Martins. Namun, wasit meminta penalti diulang karena Ardiansyah dinilai bergerak melewati garis gawang sebelum tendangan dilakukan.

Ibnu mengaitkan situasi tersebut dengan teori frustrasi-agresi yang dikemukakan psikolog dan ilmuwan sosial Amerika Serikat, John Dollard. Dalam teori itu, hambatan terhadap pencapaian tujuan dapat memicu frustrasi dan meningkatkan kecenderungan seseorang melakukan tindakan agresif.

“Frustrasi terjadi ketika pencapaian suatu tujuan terhalangi. Oknum suporter ini ingin melihat PSM Makassar menang, tapi ada saja rintangannya dengan penalti ke lawan,” katanya.

Meski demikian, frustrasi tidak membenarkan tindakan yang melanggar aturan. Ibnu mengingatkan suporter agar menerima keputusan pertandingan dengan kepala dingin dan tidak melampiaskan kekecewaan melalui tindakan yang merugikan klub.

Baca Juga  PSM Makassar Hadapi Persebaya yang Lebih Mahal Rp31 Miliar, Duel di Parepare Jadi Ujian Juku Eja

“Setiap hasil laga harus diterima dengan kepala dingin. Jangan rugikan tim dengan tindakan negatif,” ucapnya.

Kronologi PSM Makassar Didenda Rp30 Juta

Insiden tersebut terjadi saat PSM menjamu Persebaya pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026). PSM akhirnya menang 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal.

Setelah kedua tim bermain tanpa gol pada babak pertama, PSM memecah kebuntuan pada menit ke-74 melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes. Bek Persebaya itu sebelumnya pernah menjadi kapten PSM pada musim lalu.

Drama terjadi pada menit ke-94 ketika wasit Yudi Nurcahya menunjuk titik putih setelah bek PSM, Agung Mannan, melanggar pemain Persebaya di kotak penalti. Agung juga menerima kartu merah sehingga PSM harus menghadapi situasi sulit pada penghujung laga.

Alex Martins maju sebagai eksekutor, tetapi Ardiansyah berhasil menepis tendangannya. Para pemain PSM merayakan penyelamatan itu bersama 2.807 penonton yang memenuhi stadion. Namun, wasit memerintahkan pengulangan penalti karena posisi kiper dinilai melanggar ketentuan.

Keputusan tersebut memicu protes pemain PSM. Ketegangan di lapangan kemudian merembet ke tribune, ketika seorang penonton melempar gelas plastik berisi air ke arah lapangan. Aksi itu terekam kamera dalam siaran pertandingan.

Pada kesempatan kedua, Alex Martins kembali mengarahkan bola ke sisi kanan Ardiansyah. Kiper muda PSM itu sekali lagi menggagalkan tendangan tersebut, memastikan timnya mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Kemenangan itu menjadi tiga poin penting bagi PSM sekaligus mengakhiri catatan tanpa kemenangan atas Persebaya selama tiga tahun terakhir. Suporter juga menyambut gembira kemenangan kandang pertama PSM pada musim tersebut.

Namun, kegembiraan itu berlanjut dengan kabar sanksi. Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI yang diumumkan pada 28 Oktober 2026, PSM harus membayar denda Rp30 juta akibat lemparan penonton dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga  Brentford Hancurkan Chelsea 3-0 dan Melompat ke Peringkat Ketiga Liga Inggris

Suporter Diminta Tidak Membebani Klub

Mustafa berharap sanksi ini menjadi peringatan bagi seluruh pendukung PSM. Ia menilai klub membutuhkan dukungan yang konsisten, terutama ketika menghadapi tantangan finansial dan berupaya memperbaiki prestasi.

Dukungan terbaik, menurutnya, bukan hanya menciptakan atmosfer meriah di stadion, tetapi juga menjaga pertandingan tetap aman dan tertib. Suporter dapat menyampaikan kekecewaan tanpa melempar benda atau melakukan tindakan yang memicu sanksi.

Dengan demikian, pesan “Jagai PSMta” perlu diwujudkan melalui kedisiplinan bersama. Jika panitia, steward, dan suporter menjalankan perannya dengan baik, risiko pelanggaran dapat ditekan sehingga perhatian klub tetap tertuju pada pertandingan dan prestasi, bukan pada denda akibat ulah penonton. (*)