NEWS  

Batal ke Makassar, Prabowo Pilih Temui Menlu Singapura

Journalist Independent
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap berenang menjadi salah satu cara favoritnya untuk melepas lelah dan stres di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Presiden RI.

Journalist Independent, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat sekaligus peringatan satu tahun program tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026.

Perubahan agenda mendadak itu tidak menghentikan perayaan yang telah dipersiapkan pemerintah daerah. Ribuan siswa tetap memadati Gelanggang Olahraga Sudiang untuk menampilkan kemampuan mereka di hadapan sejumlah pejabat nasional dan daerah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengambil alih kepemimpinan acara bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. P

ara siswa dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan tetap mengikuti rangkaian kegiatan meski Presiden tidak hadir secara langsung.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima informasi mengenai penundaan kunjungan Prabowo sejak Selasa malam, 27 Oktober 2026.

Sebelumnya, panitia daerah telah memaksimalkan persiapan untuk menyambut Kepala Negara dalam agenda peresmian gedung Sekolah Rakyat dan peringatan satu tahun program pendidikan tersebut.

Penundaan itu tidak menyurutkan antusiasme peserta. Siswa dari Kabupaten Sinjai, Sidenreng Rappang, Barru, dan sejumlah daerah lainnya tetap berdatangan ke GOR Sudiang di Jalan Pajaiyyang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Acara berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan siswa, guru, wali asuh, wali asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta orang tua murid. Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Kepala Ombudsman RI Nuzran Joher, dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras turut menghadiri kegiatan tersebut.

Prabowo Utamakan Pertemuan dengan Menlu Singapura

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah semula merencanakan peresmian nasional gedung permanen Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo. Namun, perubahan agenda kenegaraan membuat pemerintah harus menyesuaikan jadwal kegiatan tersebut.

Di Jakarta, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Prabowo perlu menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Istana Negara pada Rabu sore.

Baca Juga  Wujudkan Kamseltibcarlantas, AKBP Reonald TS Simanjuntak Gatur Lalin Jembatan Kembar Gowa

“Sejak kemarin pagi, Menlu Singapura mendadak datang ke Indonesia dan memohon waktu untuk bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden,” ungkap Teddy.

Menurut Teddy, pemerintah tetap memprioritaskan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama Indonesia dengan Singapura di tengah agenda pemerintahan yang padat.

Sebelum bertemu Prabowo, Vivian Balakrishnan telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penguatan hubungan bilateral, dukungan Indonesia terhadap keketuaan ASEAN oleh Singapura pada 2027, serta kerja sama menangani kebakaran hutan dan lahan.

Perubahan jadwal kunjungan Presiden membuat peresmian yang semula direncanakan berlangsung secara langsung oleh Prabowo harus menunggu penjadwalan ulang. Meski demikian, pemerintah tetap menjalankan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat sesuai agenda di Makassar.

Penampilan Siswa Sekolah Rakyat Memukau Pejabat

Rangkaian perayaan di GOR Sudiang menampilkan berbagai kemampuan siswa Sekolah Rakyat. Para peserta mempersembahkan pertunjukan teatrikal, Tari Saman, tarian tradisional Sulawesi Selatan, tarian khas Papua, atraksi pramuka, hingga musikalisasi puisi.

Berbagai penampilan tersebut memperlihatkan potensi siswa yang memperoleh kesempatan mengembangkan bakat melalui kegiatan pendidikan dan ekstrakurikuler. Para penonton memberikan perhatian terhadap penampilan anak-anak yang datang dari keluarga kurang mampu tersebut.

Gus Ipul mengaku bangga melihat kemampuan para siswa. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan dan ruang untuk berkembang dapat membantu anak-anak menunjukkan potensi yang selama ini belum mendapatkan dukungan memadai.

“Semua yang tampil tadi adalah siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga paling tidak mampu. Penampilan mereka sangat memukau dan membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika diberi kesempatan,” ujar Gus Ipul seusai acara.

Baca Juga  Kapolres Soppeng Raih Penghargaan Kapolri Pelaksanaan Quick Wins Presisi

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi.

Pemerintah Targetkan 100 Gedung Permanen Sekolah Rakyat

Selain menjelaskan pelaksanaan program, Gus Ipul menyampaikan perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Ia memastikan gedung di Makassar sudah menjalankan fungsi pendidikan dan digunakan siswa untuk kegiatan belajar sehari-hari, meskipun penyelesaian pembangunannya belum mencapai tahap akhir sepenuhnya.

“Gedung ini sudah fungsional dan digunakan siswa setiap hari. Memang belum 100 persen untuk finalisasi pembangunannya, tetapi secara fungsi sudah berjalan,” jelasnya.

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Dari target tersebut, menurut Gus Ipul, sebanyak 93 gedung telah rampung dan beroperasi, sedangkan tujuh gedung lainnya masih menjalani penyelesaian akhir.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memberikan kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus mendukung perkembangan kemampuan akademik dan nonakademik siswa.

Gus Ipul berharap program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program agar fasilitas pendidikan yang telah dibangun dapat digunakan secara optimal.

“Mudah-mudahan program Sekolah Rakyat ini dapat terus berjalan sesuai dengan harapan Presiden dan menjadi solusi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Gus Ipul.

Meski Prabowo belum dapat menghadiri peresmian sesuai jadwal awal, peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Makassar tetap berlangsung dengan partisipasi aktif para siswa.

Pemerintah kini perlu memastikan penjadwalan ulang peresmian serta penyelesaian tujuh gedung yang masih dalam tahap akhir agar target pembangunan nasional dapat tercapai. (*)

Baca Juga  Genap 7 Tahun Terindeks Google, Journalist Independent Hadir dengan Wajah Baru