Journalist Independent, MAKASSAR — PSM Makassar punya kesempatan melanjutkan kebangkitan saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan lanjutan BRI Super League 2026/2027.
Namun, Juku Eja tidak akan menghadapi lawan yang mudah karena tuan rumah sedang menjaga catatan impresif tanpa kekalahan sejak kompetisi bergulir.
Pertandingan Bhayangkara FC melawan PSM Makassar dijadwalkan berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin malam, 26 Oktober 2026.
Laga ini menjadi ujian penting bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut untuk membuktikan bahwa dua kemenangan terakhir bukan sekadar kebangkitan sesaat.
PSM datang dengan kepercayaan diri setelah menundukkan Persebaya Surabaya 1-0 dan PSIM Yogyakarta 2-1. Dua hasil positif itu menjadi bekal berharga setelah tim berjuluk Juku Eja tersebut sempat melewati empat pertandingan tanpa kemenangan.
Kebangkitan tersebut juga memberikan kesempatan kepada PSM untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus membangun kembali keyakinan pemain. Tantangannya, mereka harus mempertahankan konsistensi ketika bermain di kandang lawan.
Dua Kemenangan Mengubah Situasi PSM Makassar
Perjalanan PSM pada awal musim 2026/2027 tidak berjalan mulus. Sebelum mengalahkan Persebaya dan PSIM, tim asal Makassar itu kesulitan mengamankan poin penuh dalam empat pertandingan sebelumnya.
PSM dua kali menelan kekalahan dari Persib Bandung dengan skor 1-3 dan PSS Sleman 0-3. Mereka kemudian bermain imbang 3-3 melawan Arema FC serta 2-2 ketika menghadapi Persita Tangerang.
Rangkaian hasil tersebut membuat PSM harus bekerja lebih keras untuk menemukan kembali permainan terbaiknya. Lini pertahanan perlu tampil lebih disiplin, sedangkan sektor serangan dituntut lebih efektif ketika memperoleh kesempatan mencetak gol.
Kemenangan atas Persebaya menjadi titik penting dalam perubahan situasi tersebut. PSM berhasil menghentikan catatan tidak terkalahkan Bajul Ijo pada awal musim melalui pertandingan ketat di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Hasil itu juga memperlihatkan bahwa PSM mampu mengamankan kemenangan meskipun tidak selalu mendominasi jalannya pertandingan. Gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-74 justru menentukan kemenangan 1-0 bagi tuan rumah.
Setelah itu, PSM kembali mengamankan tiga poin saat menghadapi PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1. Dua kemenangan beruntun tersebut menjadi modal psikologis sebelum mereka menjalani perjalanan ke Bandar Lampung.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menilai semangat dan kerja keras pemain menjadi bagian penting dari kebangkitan timnya.
Menurut dia, para pemain memperlihatkan keberanian dan semangat luar biasa dalam pertandingan terakhir. Kalezic juga menilai kerja keras tersebut turut membantu tim mendapatkan hasil yang dibutuhkan.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa PSM ingin mempertahankan energi positif yang mulai terbentuk setelah melewati periode sulit. Meski demikian, dua kemenangan belum cukup untuk menjamin hasil serupa pada pertandingan berikutnya.
Bhayangkara FC Menjadi Ujian Berikutnya
PSM harus menghadapi lawan yang memiliki catatan lebih stabil pada awal kompetisi. Bhayangkara FC belum tersentuh kekalahan dalam enam pertandingan pertama BRI Super League 2026/2027.
Tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut juga baru saja meraih kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta. Hasil itu membuat Bhayangkara mempunyai modal positif menjelang pertandingan kandang melawan PSM.
Catatan tersebut memperlihatkan perbedaan perjalanan kedua tim. PSM baru menemukan kembali momentum kemenangan setelah melewati empat pertandingan sulit, sedangkan Bhayangkara berusaha mempertahankan konsistensi sejak awal musim.
Bagi PSM, kondisi itu membuat pertandingan di Bandar Lampung tidak bisa diperlakukan sebagai laga biasa. Mereka perlu mengantisipasi permainan tuan rumah sekaligus menjaga agar tekanan pertandingan tidak merusak kepercayaan diri yang baru tumbuh.
Kekuatan Bhayangkara tidak hanya terletak pada hasil pertandingan yang belum ternoda kekalahan. Kemenangan terakhir dengan skor tipis juga menunjukkan bahwa mereka mampu mengamankan poin melalui pertandingan yang berlangsung ketat.
Karena itu, PSM perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil di area pertahanan dapat membuka kesempatan bagi tuan rumah, sementara kegagalan memaksimalkan peluang berpotensi membuat Juku Eja kehilangan kesempatan membawa pulang poin.
Pelajaran dari Kemenangan atas Persebaya
Pertandingan melawan Persebaya memberikan gambaran mengenai aspek permainan yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki PSM. Tim Makassar itu berhasil menang, tetapi jalannya pertandingan tidak sepenuhnya berada dalam kendali mereka.
Persebaya mencatat penguasaan bola sebesar 55 persen dan menghasilkan delapan tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Statistik tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bola yang lebih besar tidak otomatis menghasilkan kemenangan.
PSM justru mampu memanfaatkan momentum untuk mendapatkan gol penentu. Umpan mendatar Lars Veldwijk pada menit ke-74 berujung gol bunuh diri Yuran Fernandes yang tidak mampu diantisipasi kiper Persebaya, Reza Arya Pratama.
Persebaya sebenarnya memperoleh kesempatan menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu. Wasit memberikan penalti setelah Risto Mitrevski dilanggar Agung Mannan di kotak terlarang. Agung juga menerima kartu merah sehingga PSM harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Namun, Alex Martins gagal mengeksekusi penalti tersebut. PSM akhirnya mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.
Momen itu menjadi pengingat bahwa efektivitas dalam memanfaatkan peluang bisa menentukan hasil akhir. PSM perlu menghindari ketergantungan pada keberuntungan dan memastikan pertahanan tetap solid ketika menghadapi tekanan lawan.
Di sisi lain, kemampuan menjaga keunggulan juga menjadi modal yang dapat dibawa ke pertandingan melawan Bhayangkara. PSM harus mampu mengelola permainan ketika unggul maupun ketika lawan meningkatkan intensitas serangan.
Konsistensi Jadi Kunci Juku Eja
Pertandingan di Bandar Lampung akan menjadi tolok ukur bagi PSM untuk mengukur perkembangan setelah dua kemenangan beruntun.
Hasil positif melawan Persebaya dan PSIM telah mengangkat kepercayaan diri, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan utama.
Kalezic membutuhkan penampilan yang disiplin dari seluruh pemain, terutama saat menghadapi tim yang belum terkalahkan. PSM juga harus menjaga efektivitas serangan agar peluang yang tercipta tidak terbuang sia-sia.
Kemenangan atas Bhayangkara akan memperpanjang momentum kebangkitan sekaligus memberikan tambahan kepercayaan diri bagi Juku Eja dalam menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.
Sebaliknya, kehilangan poin dapat kembali memperlihatkan bahwa masalah konsistensi belum sepenuhnya teratasi.
Bagi suporter PSM di Makassar dan berbagai daerah di Sulawesi Selatan, laga ini menjadi kesempatan untuk melihat apakah tim kesayangan mereka benar-benar telah menemukan ritme permainan terbaik.
Dengan bekal dua kemenangan dan semangat pemain yang meningkat, PSM mempunyai alasan untuk menatap pertandingan dengan optimistis.
Namun, catatan enam laga tanpa kekalahan milik Bhayangkara menjadi peringatan bahwa mereka harus bekerja lebih keras jika ingin pulang membawa hasil maksimal dari Bandar Lampung. (*)





