7 Bakal Calon Rektor UNM Periode 2027–2031 Layani Pemeriksaan Kesehatan di RS Unhas

Journalist Independent
Bakal Calon rektor UNM Menjalani proses pemeriksaan kesehatan
Bakal calon rektor UNM menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RS Unhas. (dok. istimewa)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Tujuh bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi pimpinan perguruan tinggi.

Pemeriksaan melalui layanan Medical Check Up (MCU) berlangsung pada 15–16 Oktober 2026 di Poli MCU RS Unhas. Sebanyak enam bakal calon menjalani pemeriksaan hari ini (Kamis, 15 Oktober 2026). Sementara satu bakal calon lainnya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menjelaskan bahwa pemilihan RS Unhas sebagai lokasi pemeriksaan didasarkan pada kebutuhan pelaksanaan rangkaian tes kesehatan bagi para bakal calon rektor. Dirinya berharap, pemeriksaan dapat memberikan informasi kesehatan yang diperlukan sebagai bagian dari proses seleksi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami merekomendasikan RS Unhas sebagai tempat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon rektor, karena tahapan ini membutuhkan dukungan layanan medis yang mencakup berbagai aspek kesehatan,” jelas Prof. Farida.

Direktur Utama RS Unhas, dr. Andi Muhammad Ichsan, menyampaikan bahwa kepercayaan kepada RS Unhas merupakan motivasi untuk terus menjaga mutu pelayanan dan memperkuat profesionalisme tenaga kesehatan. Pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon rektor membutuhkan koordinasi yang baik serta dukungan layanan medis yang terintegrasi agar setiap tahapan dapat berjalan secara profesional sesuai standar pelayanan yang berlaku.

RS Unhas berkomitmen mengembangkan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi institusi pendidikan tinggi.

“Kepercayaan dari UNM merupakan bentuk apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk memastikan setiap tahapan pemeriksaan berjalan secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai standar pelayanan,” jelas dr. Ichsan.

Rangkaian pemeriksaan kesehatan mencakup laboratorium, penyakit dalam, neurologi, telinga hidung tenggorokan (THT), radiologi, jantung, mata, ultrasonografi (USG), serta pemeriksaan urine untuk narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Peserta juga menjalani pemeriksaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan wawancara psikiatri.

Cakupan pemeriksaan tersebut melibatkan berbagai bidang kesehatan, mulai dari pemeriksaan fisik dan penunjang diagnostik hingga evaluasi psikologis. Pendekatan multidisiplin ini mendukung pengumpulan informasi kesehatan yang dibutuhkan dalam proses seleksi, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prosedur pemeriksaan yang berlaku.

Adapun para bakal calon Rektor UNM yang menjalani pemeriksaan kesehatan, yakni :

1. Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd.,
2. Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si.,
3. Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si.,
4. Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.P.,
5. Prof. Drs. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D.,
6. Prof. Dr. Hasmyati, M.Kes.,
7. Prof. Ismunandar, Ph.D.,

Peta Kekuatan 7 Bakal Calon

Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 mulai memasuki persaingan antarkandidat setelah panitia menutup pendaftaran pada Jumat (9/10/2026). Tujuh akademisi resmi mendaftarkan diri untuk memperebutkan posisi pimpinan kampus yang dikenal dengan sebutan kampus orange tersebut.

Ketujuh bakal calon itu ialah Arifin Manggau, Andi Aslinda, Eko Hadi Sujiono, Hasmyati, Ismunandar, Sukardi Weda, dan Suwardi Annas. Masing-masing membawa pengalaman akademik, rekam jejak kepemimpinan, serta jaringan dukungan yang berbeda dalam kontestasi menuju kursi rektor.

Namun, persaingan tidak hanya berlangsung di lingkungan Senat UNM. Mekanisme pemilihan yang melibatkan suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuat setiap kandidat perlu memperhitungkan dua unsur penting, yakni dukungan internal kampus dan suara kementerian.