JI, MOROWALI – Perjalanan pulang kerja di kawasan industri nikel Morowali, Sulawesi Tengah, berubah menjadi peristiwa mencekam bagi seorang pekerja perempuan berinisial AMG.
Ia diduga menjadi korban pelecehan oleh rekan kerjanya sendiri, LG, saat berjalan menuju bandara baru di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kamis malam, 8 Oktober 2026.
Terduga pelaku sempat melarikan diri setelah aksinya diketahui. Namun, sekitar 15 menit kemudian, LG ditemukan oleh sejumlah karyawan dan petugas keamanan.
Sebelum diserahkan kepada polisi, pria tersebut lebih dahulu menjadi sasaran amukan massa yang tersulut emosi atas dugaan perbuatannya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita di area PT BTR, Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Lokasi tersebut berada di dalam kawasan industri PT IMIP, salah satu pusat kegiatan industri pengolahan mineral di Sulawesi Tengah.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini menjelaskan, kejadian bermula ketika korban dan terduga pelaku selesai bekerja. Keduanya pulang menggunakan bus yang sama bersama pekerja lainnya.
Bus tersebut menurunkan para penumpang di kawasan bandara lama. Setelah turun, AMG melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju bandara baru untuk pulang.
Dalam perjalanan itu, LG diduga mengikuti korban dari belakang. Jarak keduanya diperkirakan sekitar 50 meter sebelum terduga pelaku mendekat ketika korban melewati jalan yang relatif sepi.
“Korban berjalan kaki menuju bandara baru untuk pulang,” kata Reza dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Korban Berusaha Melawan dan Meminta Pertolongan
Menurut keterangan kepolisian, LG diduga mendekati AMG secara tiba-tiba dari arah belakang. Terduga pelaku kemudian membekap mulut korban dan menjatuhkannya ke area rerumputan di pinggir jalan.
Korban disebut mengalami kesulitan memberikan perlawanan karena mulutnya dibekap, sementara tangannya dipegang oleh terduga pelaku.
Situasi tersebut membuat korban berada dalam posisi rentan, terlebih lokasi kejadian relatif sepi pada malam hari.
Reza menjelaskan, terduga pelaku diduga berusaha mencegah korban berteriak maupun melakukan perlawanan. Meski demikian, AMG terus berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pelaku.
Aksi tersebut diperkirakan berlangsung selama lima menit. Di tengah situasi itu, korban akhirnya berhasil berteriak hingga suaranya terdengar oleh petugas keamanan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Teriakan korban diduga membuat LG menyadari bahwa aksinya telah diketahui orang lain. Terduga pelaku kemudian melepaskan korban dan melarikan diri ke semak-semak di seberang jalan.
Kehadiran petugas keamanan menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap kejadian tersebut. Setelah korban berhasil meminta pertolongan, pencarian terhadap pria yang diduga terlibat langsung dilakukan oleh orang-orang di sekitar lokasi.
Pelaku Diamankan Karyawan
Pelarian LG tidak berlangsung lama. Sekitar 15 menit setelah meninggalkan lokasi kejadian, terduga pelaku ditemukan oleh karyawan bersama petugas sekuriti.
Penangkapan itu berlangsung di tengah meningkatnya emosi orang-orang yang berada di sekitar kawasan tersebut. Sejumlah karyawan dan warga dilaporkan meluapkan kemarahan hingga LG sempat mengalami pemukulan sebelum berhasil dievakuasi menuju kantor sekuriti.
“Terduga pelaku ditemukan dan diamankan oleh karyawan serta petugas sekuriti,” ujar Reza.
Situasi tersebut turut terekam dalam video yang beredar. Dalam rekaman itu, sejumlah orang terlihat menarik seorang pria keluar dari semak-semak di pinggir jalan. Beberapa orang kemudian tampak melayangkan pukulan ke arah wajah pria tersebut.
LG terlihat mengangkat kedua tangannya ketika dikerumuni orang-orang. Seorang petugas keamanan tampak memegang bagian belakang kerah bajunya untuk menjauhkannya dari kerumunan yang terus mendekat.
Terduga pelaku selanjutnya dibawa menuju kendaraan oleh petugas keamanan. Namun, sejumlah orang masih mengikuti dari belakang dan beberapa kali terlihat berusaha memukulnya.
Rekaman tersebut memperlihatkan suasana tegang ketika terduga pelaku dievakuasi.
Meski demikian, dugaan tindak pidana yang dilaporkan tetap harus diproses melalui mekanisme hukum, sedangkan tindakan kekerasan terhadap orang yang diamankan bukan pengganti proses peradilan.
Diserahkan ke Polsek Bahodopi l
Setelah diamankan di kantor sekuriti, LG diserahkan kepada kepolisian. Penyerahan tersebut dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita pada Kamis malam, kemudian terduga pelaku dibawa ke Polsek Bahodopi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian menangani perkara ini dengan menindaklanjuti dugaan pelecehan yang dilaporkan terjadi di lingkungan kawasan industri.
Penanganan diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian, mengumpulkan keterangan pihak terkait, serta memastikan status hukum terduga pelaku berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.
Reza menegaskan, Polres Morowali berkomitmen menangani perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga menyatakan penanganan akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Polres Morowali berkomitmen menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keamanan pekerja, terutama saat pergantian sif dan perjalanan pulang pada malam hari.
Aktivitas di kawasan industri yang melibatkan banyak pekerja membuat pengamanan jalur pejalan kaki, penerangan jalan, serta keberadaan petugas keamanan menjadi aspek yang perlu diperhatikan.
Jalur antara titik pemberhentian bus dan area bandara di dalam kawasan industri juga perlu mendapat perhatian apabila masih dilalui pekerja dengan berjalan kaki.
Penerangan yang memadai, patroli rutin, serta akses cepat untuk meminta bantuan dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa.
Di sisi lain, penanganan perkara harus tetap mengutamakan keselamatan korban dan proses hukum yang adil. Keterangan korban, saksi, petugas keamanan, serta bukti lain yang relevan dibutuhkan untuk memperjelas peristiwa yang terjadi di area PT BTR tersebut.
Hingga informasi ini disampaikan, LG telah diserahkan ke Polsek Bahodopi untuk menjalani proses hukum.
Dugaan pelecehan terhadap AMG masih harus dibuktikan melalui proses hukum, sementara pihak kepolisian menyatakan akan menangani perkara tersebut sesuai prosedur yang berlaku. (*)






