NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar gencatan senjata di Gaza segera dijadikan permanen menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023.
Seruan tersebut disampaikan Guterres pada Senin (5/10) dalam pesan khusus untuk memperingati tiga tahun serangan Hamas terhadap Israel yang kemudian memicu perang berkepanjangan di Gaza.
Guterres menegaskan bahwa kekerasan dan penderitaan yang terjadi setelah serangan tersebut tidak boleh terus berlanjut. Menurutnya, warga sipil di Gaza telah menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat.
“Pertempuran dahsyat yang terjadi setelah (serangan itu) telah menimbulkan penderitaan yang tak terkira bagi warga Palestina di Gaza, termasuk korban jiwa yang sangat besar, pengungsian, dan kehancuran. Warga sipil terus mengalami kondisi yang tak tertahankan. Penderitaan mereka pun menuntut untuk diakhiri, sekarang,” kata sang sekjen PBB.
Serangan 7 Oktober 2023
Pada 7 Oktober 2023, kelompok militan Palestina Hamas menyerang Israel dari wilayah Gaza. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera.
Israel kemudian melancarkan operasi militer terhadap Hamas di Gaza. Dalam perang yang berlangsung setelah serangan tersebut, setidaknya 74.000 warga Palestina dilaporkan tewas.
Guterres mengatakan kekerasan yang terjadi telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar, termasuk pengungsian dan kehancuran.
Minta Gencatan Senjata Masuk Fase Berikutnya
Menurut Guterres, gencatan senjata yang dicapai pada tahun lalu memang memberikan sedikit kelegaan bagi warga di wilayah konflik. Namun, kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keamanan dan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan.
Ia juga menilai masih diperlukan jalur yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian.
“Saya mendesak semua pihak untuk melaksanakan komitmen mereka sepenuhnya dan melangkah ke fase berikutnya dari gencatan senjata,” kata Guterres. “Sudah waktunya gencatan senjata ini menjadi permanen. Sudah waktunya untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar. Dan sudah waktunya untuk menghormati hukum internasional.”
Guterres turut menyerukan pembangunan jalur politik yang dapat mengarah pada perdamaian jangka panjang di kawasan.
PBB, kata dia, tetap berkomitmen untuk mendorong upaya tersebut, termasuk memastikan kebutuhan kemanusiaan dan penghormatan terhadap hukum internasional menjadi bagian penting dalam proses perdamaian.
Harapan Hidup Berdampingan
Menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober, Guterres berharap momentum tersebut tidak sekadar menjadi kesempatan untuk mengenang para korban.
Ia ingin peringatan itu menjadi titik awal bagi upaya baru untuk menciptakan masa depan yang berbeda bagi masyarakat Israel dan Palestina.
“Semoga peringatan ini tidak hanya menandai satu tahun berkabung lagi, tetapi juga tekad baru untuk membangun masa depan yang berbeda: masa depan di mana warga Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, dengan hak, martabat, dan aspirasi mereka terpenuhi,” ujar Guterres.






