JAKARTA — PT Victoria Investama mengurangi kepemilikannya di PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) setelah menjual 140 juta saham pada 1 Oktober 2026.
Transaksi dilakukan pada harga Rp60 per saham dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp8,4 miliar. Penjualan tersebut membuat kepemilikan Victoria Investama di BIPP turun hingga berada di bawah 10 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi BIPP pada 2 Oktober 2026, Victoria Investama menyebut transaksi dilakukan sebagai bagian dari perubahan strategi portofolio.
Sebelum transaksi, Victoria Investama tercatat memiliki 573,26 juta saham BIPP atau setara 11,40 persen dari total saham perseroan.
Setelah melepas 140 juta saham, kepemilikannya berkurang menjadi 433,26 juta saham atau sekitar 8,62 persen.
Dengan demikian, porsi kepemilikan Victoria Investama menyusut 2,78 poin persentase dari sebelumnya 11,40 persen.
Penjualan saham tersebut dilakukan beberapa hari setelah BIPP menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2026.
Salah satu agenda dalam RUPSLB adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Namun, agenda tersebut belum dapat diputuskan karena kuorum kehadiran pemegang saham independen tidak terpenuhi.
Dalam rencana tersebut, BIPP akan menerbitkan maksimal 502,87 juta saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Jumlah saham yang akan diterbitkan setara dengan maksimal 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.
BIPP berencana menggunakan dana hasil private placement untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Selain itu, dana tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja BIPP maupun entitas anak.
Perseroan juga menyiapkan penggunaan dana tersebut untuk mendukung pengembangan dan ekspansi usaha.
Meski telah melepas sebagian sahamnya, Victoria Investama masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham BIPP dengan kepemilikan 433,26 juta saham atau sekitar 8,62 persen.
Posisi tersebut menempatkan Victoria Investama sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di bawah ambang 10 persen setelah transaksi pada 1 Oktober 2026. (*)






