Zelensky Naikkan Level Perang! Bersiap Bombardir Kilang Minyak Rusia 

Journalist Independent
Ilustrasi salah satu Kilang Minyak Rusia (Foto: AP)

JAKARTA — Ukraina bersiap meningkatkan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas energi Rusia sebagai respons atas meningkatnya serangan Moskow terhadap infrastruktur Ukraina menjelang musim dingin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv akan memperluas serangan terhadap sektor energi Rusia, terutama kilang minyak yang dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan untuk membiayai perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan Reuters yang dipublikasikan Sabtu (3/10/2026). Ia menyebut langkah itu merupakan respons terhadap perubahan pola serangan Rusia terhadap Ukraina.

“Kita harus merespons dengan cara apa pun (yang kita bisa). Dengan serangan mereka terhadap energi kita, kita harus membalas dengan energi mereka. Pertama-tama, kilang minyak, dll. Dari mana mereka mendapatkan uang untuk perang ini?” ujar Zelensky.

Zelensky mengatakan badan intelijen Ukraina telah memperoleh dokumen yang menurutnya menunjukkan adanya kebijakan baru Rusia terkait serangan udara terhadap Ukraina.

Menurut Zelensky, dokumen tersebut menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan ruang lebih luas bagi militernya untuk menyerang berbagai sasaran di wilayah Ukraina.

Ia menyebut daftar sasaran tersebut mencakup infrastruktur, jalur logistik, jalan, sekolah hingga rumah sakit.

“Untuk menekan orang-orang agar meninggalkan ibu kota, meninggalkan kota-kota lain: inilah tujuan operasi tersebut,” kata Zelensky, dikutip Reuters.

Zelensky menilai perubahan kebijakan tersebut bertujuan memberikan tekanan terhadap penduduk Ukraina agar meninggalkan Kyiv dan kota-kota lainnya.

Namun, klaim mengenai adanya “doktrin baru” tersebut berasal dari pernyataan Zelensky berdasarkan dokumen yang disebut diperoleh intelijen Ukraina. Kremlin belum memberikan tanggapan langsung yang mengonfirmasi tudingan tersebut.

Pernyataan Zelensky muncul ketika serangan Rusia terhadap sejumlah infrastruktur Ukraina dilaporkan meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan Rusia menyasar infrastruktur penting di Kyiv, termasuk jembatan di atas Sungai Dnipro. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap kehidupan warga ibu kota Ukraina yang dihuni sekitar tiga juta orang, terutama menjelang musim dingin.

Rusia menyatakan serangannya merupakan respons terhadap apa yang disebut Moskow sebagai serangan Ukraina terhadap sasaran sipil dan infrastruktur di Rusia. Ukraina dan Rusia sama-sama membantah sengaja menargetkan warga sipil.

Zelensky mengatakan strategi Ukraina akan diarahkan pada fasilitas energi yang dianggap memiliki peran terhadap kemampuan Rusia membiayai perang.

Kilang minyak menjadi sasaran utama karena fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan produksi dan pengolahan bahan bakar.

Kyiv sebelumnya juga telah melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas minyak dan energi Rusia. Zelensky kini mengisyaratkan bahwa intensitas serangan tersebut akan ditingkatkan sebagai bagian dari respons terhadap serangan Moskow.

Meski mengancam memperluas serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan meniru pola serangan yang menurutnya dilakukan Moskow terhadap fasilitas sipil.

“Namun, tentu saja kami tidak akan membalas, seperti mereka, terhadap objek sipil mana pun,” tegasnya.

Pernyataan Zelensky kemudian mendapat respons dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Pada Minggu (4/10/2026), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap fasilitas militer, industri pertahanan, dan infrastruktur terkait di Kyiv serta wilayah Ukraina lainnya. Pernyataan itu disampaikan setelah Zelensky mengumumkan rencana meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. (dan)