Poliran Jenderal Suyudi Dorong Warga Banten Kuasai Skill dan Dapat Kerja

Journalist Independent
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadiri rapat di DPR RI pada 1 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengikuti rapat di DPR RI, Kamis (1/10/2026). Suyudi sebelumnya menggagas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) saat menjabat Kapolda Banten.

BANTEN – Program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran menjadi salah satu program unggulan Jenderal Suyudi Ario Seto ketika menjabat Kapolda Banten. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja.

Poliran lahir melalui nota kesepahaman antara Polda Banten dan Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group pada 13 Maret 2025. Program ini menghadirkan Balai Pelatihan yang membekali masyarakat dengan keterampilan sebelum menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan yang telah menjalin kerja sama.

Program tersebut menyasar persoalan pengangguran sekaligus mendorong masyarakat memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Poliran Fokus pada Tiga Sektor

Balai Poliran menjalankan pelatihan dalam tiga sektor utama. Sektor industri membekali peserta dengan keterampilan khusus dan kemampuan pendukung atau soft skill yang dibutuhkan dunia kerja.

Sementara sektor ketahanan pangan memberikan pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan. Peserta juga mendapat pengetahuan mengenai budidaya ikan dan ayam serta teknik menanam menggunakan sistem hidroponik.

Adapun sektor lingkungan hidup mengajarkan masyarakat mengolah sampah dan memanfaatkan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Program ini juga menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Lembaga tersebut memberikan pelatihan vokasi dan kewirausahaan untuk memperkuat kompetensi peserta.

Jenderal Suyudi mengatakan Poliran hadir sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di Banten.

“Poliran hadir sebagai solusi konkret meningkatkan kompetensi di wilayah Banten,” kata Jenderal Suyudi.

Tekan Pengangguran, Jaga Kondusivitas

Poliran tidak hanya menyasar persoalan ekonomi. Polda Banten juga menempatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengembangan ekonomi masyarakat dinilai dapat membantu mengurangi potensi gangguan keamanan yang berkaitan dengan persoalan pengangguran.

Jenderal Suyudi juga mengaitkan program tersebut dengan kebijakan pemerintah di sektor ketahanan pangan. Polri mendorong masyarakat terlibat dalam sektor pertanian, termasuk melalui penanaman jagung.

“Kegiatan penanaman benih jagung, yang mana dalam kegiatan ini kami memiliki program unggulan sesuai dengan kebijakan Bapak Presiden dan sesuai dengan petunjuk Bapak Kapolri yaitu kegiatan Poliran, Bapak. Poliran singkatan dari Polisi peduli pengangguran,” kata Suyudi.

Menurut dia, persoalan pengangguran perlu mendapat perhatian karena dapat berimplikasi terhadap kondisi keamanan di wilayah.

“Kami concern terhadap masalah pengangguran yang tentunya ini akan berimplikasi pada potensi keamanan yang ada di wilayah Banten,” ujarnya.

Warga Rasakan Manfaat Pelatihan

Program Poliran telah memberikan keterampilan baru kepada masyarakat. Salah satunya Wulan, peserta Poliran Gelombang I yang mengikuti pelatihan sistem hidroponik saat sedang menganggur.

Wulan mengikuti pelatihan karena ingin mempelajari cara menanam dan merawat tanaman hidroponik yang dapat diterapkan di rumah.

“Saya sedang menganggur, untuk mencari ilmu tentang perawatan hidroponik karena saya ingin mencoba menanam dengan sistem hidroponik di rumah,” kata Wulan.

Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan selama mengikuti pelatihan. Mulai dari tata cara menanam, perawatan, kendala, hingga cara mengatasinya.

Wulan kemudian mempraktikkan ilmu tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, ia belum mengembangkannya menjadi usaha karena masih terkendala modal.

Peserta lainnya, Tuti, mengikuti pelatihan pertanian untuk menambah wawasan saat belum memiliki pekerjaan. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan yang dapat membantu meningkatkan hasil pertanian.

“Pelatihan pertanian, banyak manfaat yang saya dapat adalah meningkatkan hasil panen, bisa berbagi ilmu dengan petani lain, menjadi lebih mandiri dan mendapatkan teman baru,” ujar Tuti.

Tuti kini mempraktikkan keterampilan tersebut dengan menanam sayuran di lahan milik tetangganya.

“Saya nggak punya sawah, saya menumpang di tetangga buat mencoba menanam sayur-sayuran,” katanya.

Nelayan Ikut Kuasai Keahlian Baru

Manfaat Poliran juga dirasakan Agus Salim, seorang nelayan yang mengikuti pelatihan instalasi listrik pada gelombang pertama.

Agus mendapat kesempatan mengikuti pelatihan meski pekerjaan sehari-harinya sebagai nelayan. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk membantu warga sekitar.

“Pekerjaan saya nelayan. Sehubungan ada program Poliran saya dikasih kesempatan untuk pelatihan ini. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan,” ujar Agus.

Setelah mengikuti pelatihan, Agus mulai membantu tetangga ketika mengalami masalah kelistrikan di rumah.

“Alhamdulillah sedikit-sedikit saya bisa bantu tetangga kalau lampu di rumahnya bermasalah. Saya bantu-bantu saja, saya belum pasang tarif, karena sama tetangga,” katanya.

Agus menilai program tersebut memberikan manfaat karena membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari keahlian yang sebelumnya belum dikuasai.

“Sangat membantu sekali. Yang tadinya tidak tahu jadi tahu. Pokoknya program ini mantaplah,” tuturnya. (*)