Istri Sewa Pembunuh Bayaran Rp85 Juta untuk Habisi Suami, Jasad Dikubur di Kebun

Journalist Independent
Ilustrasi Jenazah.

MERANGIN – Seorang perempuan di Kabupaten Merangin, Jambi, diduga menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya. Dugaan pembunuhan tersebut disebut berkaitan dengan pengakuan pelaku yang tidak tahan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Korban diketahui bernama Budi Lestari. Jasadnya ditemukan terkubur di kebun miliknya di Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat, yakni Munik (34), Jaminah (61), dan Mukmin (23).

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah ibu korban merasa curiga karena Budi tidak kunjung diketahui keberadaannya. Saat ditanya mengenai suaminya, Munik tidak memberikan informasi yang jelas.

Kecurigaan tersebut kemudian disampaikan kepada kepala desa. Ibu korban bersama sejumlah warga selanjutnya melakukan pencarian ke kebun milik Budi.

Di lokasi, warga menemukan gundukan tanah yang dianggap mencurigakan. Setelah dilakukan penggalian, mereka menemukan jasad Budi yang kondisinya telah menjadi tulang-belulang.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi menduga istri dan ibu mertua korban turut terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Diduga Berawal dari Curhat KDRT

Jaminah disebut sempat menceritakan kondisi Munik kepada Mukmin. Dalam pembicaraan tersebut, Jaminah mengungkapkan bahwa anaknya diduga kerap mengalami KDRT yang dilakukan Budi.

Dari permasalahan tersebut, kemudian muncul rencana untuk menghabisi korban. Mukmin diduga diminta melakukan pembunuhan dengan imbalan Rp85 juta.

Sebelum eksekusi dilakukan, para pelaku disebut sempat mencoba meracuni Budi. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

“Pertama meracuni tapi tidak ada reaksi, yang ngasih itu Mukmin, orang yang suka sama saya,” kata Munik, istri korban.

Setelah upaya tersebut gagal, para pelaku diduga kembali menyusun rencana pembunuhan. Kebun milik korban kemudian dipilih sebagai lokasi untuk menjalankan aksi.

Mukmin disebut meminta Munik menyiapkan sejumlah peralatan yang akan digunakan dalam